POJOKSATU.id- Gelombang teror terhadap influencer Indonesia kembali menggegerkan publik setelah sejumlah figur publik yang dikenal vokal menyuarakan kritik mengalami ancaman fisik hingga digital.

Kasus terbaru yang dialami DJ Donny, influencer dan figur publik dengan jutaan pengikut di media sosial, memicu reaksi keras dari Istana.

Ancaman yang diterima bukan main-main mulai dari kiriman bangkai ayam, teror telepon misterius, hingga lemparan bom molotov ke rumahnya.

Baca Juga: Kapan BSU Kemenag Cair 2026? Ini Estimasi Jadwal, Nominal, dan Cara Cek untuk Guru Honorer

Informasi mengenai upaya intimidasi ini semakin terang setelah rekaman CCTV di kediaman DJ Donny memperlihatkan seorang pria terekam melempar benda diduga molotov pada malam hari.

Ledakan kecil terjadi di halaman rumah, membuat keluarga korban ketakutan dan memaksa Donny melaporkan insiden tersebut ke aparat kepolisian.

Pihak kepolisian membenarkan laporan itu dan kini tengah melakukan pendalaman terhadap pelaku serta motif teror.

Baca Juga: Dulu Menolak, Demokrat Kini Sejalan dengan Prabowo Soal Dukung Pilkada Dipilih Langsung Lewat DPRD

Kasus ini menjadi sorotan publik karena terjadi di tengah meningkatnya laporan intimidasi terhadap influencer, aktivis, dan pengkritik kebijakan pemerintah.

 

Istana Turun Tangan, Presiden Disebut Prihatin

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyatakan bahwa Istana mengikuti perkembangan kasus ini dengan serius.

Baca Juga: Kapan BSU Kemenag Cair 2026? Ini Estimasi Jadwal, Nominal, dan Cara Cek untuk Guru Honorer

Ia menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto turut prihatin atas rentetan teror yang menyerang para figur publik tersebut.

“Kita minta semua dilakukan investigasi ya,” kata Prasetyo di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1) dilansir dari Antaranews.

Ia juga menyampaikan bahwa situasi ini harus dijadikan momentum untuk membangun kedewasaan bangsa dalam menyampaikan kritik.

“Marilah kemudian kita menjadikan masalah itu kalau kami ya berpendapat bahwa itu bagian dari kita mendewasakan diri sebagai bangsa gitu ya."

"Artinya kalau ada sesuatu ya mungkin disampaikan dengan baik ya. Tidak ada masalah juga,” ujarnya.

Baca Juga: Dulu Menolak, Demokrat Kini Sejalan dengan Prabowo Soal Dukung Pilkada Dipilih Langsung Lewat DPRD

Lebih lanjut, Prasetyo menegaskan bahwa Presiden benar-benar prihatin melihat fenomena teror tersebut.

“Iya dong (Presiden prihatin), masa hari begini masih ada begitu-begitu,” ucapnya.

Pernyataan tersebut menambah tekanan publik kepada kepolisian untuk segera mengusut tuntas dugaan teror yang dianggap sudah sangat mengkhawatirkan.

Baca Juga: Heboh Sekdes Panggalih Garut Ngaku Pendapatan Desa Nol, KDM Ngamuk Sebut Pantes Jalan Rusak Terus!

Tidak hanya Istana, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) juga menyampaikan kesiapan memberikan perlindungan apabila korban merasa terancam.

LPSK menilai pola teror yang dialami para influencer ini masuk kategori ancaman serius karena mengandung unsur serangan fisik.

Sementara itu Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) meminta pihak kepolisian mengambil langkah cepat guna menghindari spekulasi liar di masyarakat.

Baca Juga: Kapan BSU Kemenag Cair 2026? Ini Estimasi Jadwal, Nominal, dan Cara Cek untuk Guru Honorer

Kompolnas menegaskan bahwa bentuk teror seperti ini tidak boleh dibiarkan karena dapat menciptakan ketakutan di ruang publik.

Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, turut mendesak aparat mencari dalang sesungguhnya dari rangkaian teror ini.

Ia memastikan pemerintah tidak memiliki keterlibatan apa pun dan justru menekankan pentingnya ruang demokrasi yang aman bagi kritik publik.

Kasus teror terhadap influencer bukan hanya menimpa DJ Donny.

Sebelumnya, beberapa figur publik lain yang aktif menyuarakan kritik terhadap penanganan bencana dan kebijakan negara juga melaporkan hal serupa.

Ada yang mendapat ancaman melalui pesan anonim, ada pula yang merasa dibuntuti orang tak dikenal.

Baca Juga: Kapan BSU Kemenag Cair 2026? Ini Estimasi Jadwal, Nominal, dan Cara Cek untuk Guru Honorer

Gelombang dukungan kepada para korban teror terus mengalir di media sosial.

Berbagai komunitas digital menilai bahwa aksi-aksi intimidasi seperti ini tidak bisa dibiarkan karena akan menciptakan “efek senyap” bagi warganet dan figur publik yang ingin menyampaikan kritik.

Saat ini, semua perhatian tertuju kepada Polri.

Baca Juga: Kapan BSU Kemenag Cair 2026? Ini Estimasi Jadwal, Nominal, dan Cara Cek untuk Guru Honorer

Publik berharap penyelidikan dilakukan secara transparan, pelaku segera ditangkap, dan motif di balik rentetan teror tersebut bisa terungkap.

Pemerintah sudah buka suara, lembaga negara sudah bergerak, dan kini giliran aparat penegak hukum membuktikan keseriusannya.***