POJOKSATU.id - Kepercayaan warga berubah menjadi petaka.

Masjid yang selama bertahun-tahun berdiri sebagai pusat ibadah dan kebersamaan warga kini benar-benar lenyap.

Semua bermula dari janji manis renovasi bernilai miliaran rupiah yang tak pernah terwujud. Dilansir dari murianetwork diduga renovasi masjid dengan total nilai sekitar Rp1,8 miliar. 

Baca Juga: ASN Wajib Tahu! Begini Cara Login e-Kinerja BKN dan Isi Kinerja Harian 2026

Masjid Al-Huda yang berada di wilayah Gunungkidul awalnya dibongkar secara sukarela oleh warga dan panitia.

Pembongkaran dilakukan bukan tanpa alasan. Dua orang yang mengaku sebagai donatur menjanjikan dana besar untuk pembangunan masjid yang lebih layak dan representatif.

Janji itu membuat warga yakin, sehingga bangunan lama pun diratakan.

Baca Juga: Catat Tanggalnya! Akun SNPMB 2026 Dibuka, Ini Alur Daftar SNBP dari Awal

Namun, setelah masjid dibongkar, harapan yang dinanti berubah menjadi keheningan.

Dana yang dijanjikan tak kunjung datang. Komunikasi dengan pihak donatur perlahan menghilang. Hingga waktu terus berjalan, tidak ada kejelasan kapan pembangunan akan dimulai.

Kini, yang tersisa hanyalah lahan kosong. Tak ada dinding, tak ada kubah, dan tak ada lagi tempat ibadah yang dulu menjadi saksi doa serta aktivitas keagamaan warga.

Baca Juga: Catat Tanggalnya! Akun SNPMB 2026 Dibuka, Ini Alur Daftar SNBP dari Awal

Masjid Al-Huda benar-benar hilang, rata dengan tanah.

Warga mengaku terpukul. Mereka tidak menyangka keputusan membongkar masjid justru berujung pada hilangnya rumah ibadah.

Beberapa warga bahkan menyebut kejadian ini sebagai bentuk “kepercayaan yang dikhianati”. Masjid yang seharusnya direnovasi justru lenyap tanpa pengganti.

Ironisnya, pembongkaran masjid dilakukan bukan karena bencana alam atau konflik lahan, melainkan karena keyakinan terhadap janji bantuan.

Baca Juga: ASN Wajib Tahu! Begini Cara Login e-Kinerja BKN dan Isi Kinerja Harian 2026

Janji yang pada akhirnya tidak pernah terbukti. Situasi ini membuat aktivitas ibadah warga terganggu. Sebagian terpaksa melaksanakan ibadah di tempat seadanya.

Panitia pembangunan menyatakan bahwa mereka juga menjadi korban.

Keputusan pembongkaran diambil setelah adanya keyakinan bahwa dana pembangunan akan segera direalisasikan.

Baca Juga: ASN Wajib Tahu! Begini Cara Login e-Kinerja BKN dan Isi Kinerja Harian 2026

Namun setelah janji tersebut menguap, panitia hanya bisa berupaya mencari solusi lain.

Saat ini, warga dan panitia mencoba bangkit dengan membuka kembali penggalangan dana secara mandiri.

Mereka berharap ada uluran tangan dari masyarakat luas agar masjid bisa kembali dibangun.

Bagi warga, masjid bukan sekadar bangunan, melainkan pusat kehidupan spiritual dan sosial.

Baca Juga: TPP ASN Ternate Aman! Wali Kota Tegaskan Tak Ada Pemotongan Meski TKD Dikurangi

Kisah Masjid Al-Huda menjadi pengingat pahit tentang risiko mempercayai janji tanpa kepastian.

Di balik niat baik membangun rumah ibadah, tersimpan luka sosial yang kini harus ditanggung bersama.

Tanah kosong itu seakan menjadi monumen bisu dari janji yang tak pernah ditepati.***