POJOKSATU.id, BANTEN— Pelaku HA (31) ternyata punya nyali kriminal cukup besar. Usai membunuh dan merampok di kediaman politisi PKS Cilegon, Maman Suherman, pelaku beraksi dua kali dalam selang 2 minggu.
Dalam selang waktu sebulan, pelaku telah melakukan tiga kali tindak pidana di wilayah hukum Polres Cilegon. Pengakuan HA, dia sudah tiga kali mencuri di rumah warga.
Pertama, pada tanggal 16 Desember 2025, pelaku HA merampok dan membunuh di Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS) III, Kota Cilegon, Provinsi Banten, atau kediaman Maman Suherman.
Baca Juga: Sosok Pelaku Pembunuhan di Cilegon Sempat Untung Rp 4 Miliar dari Kripto, Namun Belum Puas
Kedua, pada 28 Desember 2025, tindak pidana dilakukan di Kelurahan Ciwaduk, salah satu rumah mantan Anggota Dewan Kota Cilegon.
Ketiga, pada 2 Januari 2026, HA melakukan tindak pidana pencurian di lokasi sama, namun di TKP kedua, di Kelurahan Ciwaduk. HA berhasil ditangkap pada Jumat (2/1/2026) sore di aksi ketiganya ini.
HA dibekuk di rumah milik mantan anggota DPRD Kota Cilegon dua periode, Roisyudin Sayuri.
Punya Banyak Utang
Hasil penyelidikan polisi, pelaku HA mencuri karena motif ekonomi. HA mengalami kerugian besar dalam perdagangan aset kripto. Dia rugi miliaran rupiah.
Baca Juga: Gaji ke-13 Pensiunan PNS 2026 Diprediksi Cair Pertengah Tahun, Benarkah?
“Motif pelaku adalah faktor ekonomi. Ia membutuhkan uang untuk membayar utang karena mengalami kerugian besar dari perdagangan kripto,” kata Dirreskrimum Polda Banten Kombes Pol Dian Setyawan, Senin (5/1).
Bekerja di Chandra Asri
Anggota DPRD Banten, Dede Rohana, kerabat dari korban Roisyudin Sayuri, salah satu korban pencurian pelaku HA, menyebutkan bahwa di saku pencuri yang masuk ke rumah Roisudin, ditemukan kartu serikat pekerja Chandra Asri (Petrokimia) milik HA.
Selama berada di Banten, HA bekerja di sebuah perusahaan besar yang bergerak di bidang pengolahan dan manufaktur petrokimia di kawasan Ciwandan, Kota Cilegon.
"Dilihat dari SIM dan kartu anggota serikat, dia seorang pekerja, karyawan Chandra Asri (perusahaan petrokimia)," kata Dede, Senin (5/1/2026).
Dede menduga HA bukan pelaku kriminal biasa. Menurutnya, HA kemungkinan telah berulang kali beraksi dengan sasaran rumah-rumah besar. Dan dia spesialis rumah kosong dan rumah mewah.***



.webp)
