POJOKSATU.id, JAKARTA— Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap jumlah korban jiwa banjir Sumatera mencapai 1.177 orang hingga Minggu (4/1).

Sementara jumlah korban jiwa yang masih hilang mencapai 148 orang. Untuk jumlah pengungsi ada sebanyak 242.174 jiwa yang tersebar di Aceh, Sumut dan Sumbar.

"Tambahan korban jiwa meninggal dunia ini menambah jumlah total dari tiga provinsi,” kata Kapusdatin Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu.

Baca Juga: Daftar Bantuan yang Cair Minggu Pertama Januari 2026, Sudah Ada atau Masih Menunggu?

“Kemarin, rekapitulasi kita di cut off pukul 16.00 WIB adalah 1.167 jiwa, dan hari ini bertambah 10 menjadi 1.177 jiwa yang meninggal dunia," katanya lagi.

Abdul menjelaskan tambahan korban meninggal tersebut tersebar di Aceh Utara sebanyak 3 jiwa, Tapanuli Selatan 5 jiwa, dan Sumatera Barat 2 jiwa yang meninggal dunia.

Ia mengungkapkan tim di lapangan juga menemukan sejumlah orang yang sebelumnya diduga hilang, sehingga pada saat ini tercatat sebanyak 148 orang yang masih hilang.

Korban Hilang 148 Jiwa

Menurut BNPN korban hilang tersisa 148 orang lagi setelah dilakukan koreksi oleh desa, kecamatan dan anggota keluarga korban bencana.

Baca Juga: Lebih dari 900 Ribu Warga Terdampak Banjir Sumatra, Kemensos Turun Tangan Beri Bantuan

"Hari ini ada pengurangan 17 nama untuk daftar orang hilang yang dikoreksi oleh desa, kecamatan, maupun anggota keluarga,” kata Muhari.

“Sehingga, jumlah total rekapitulasi nama korban yang masih dalam daftar pencarian tim SAR gabungan itu 148 jiwa," ujarnya lagi.

Selanjutnya, Abdul memaparkan jumlah pengungsi pada saat ini berjumlah sebanyak 242.174 jiwa.

Kemudian, lanjut dia, sejumlah daerah terdampak bencana pada saat ini memperpanjang status tanggap darurat.

Di Aceh, terdapat 10 daerah yang melakukan perpanjangan tangkap darurat yang dilakukan oleh 10 daerah, dengan 8 daerah yang kini melakukan tahapan transisi darurat.

"Di Sumatera Utara ini transisi darurat 14 daerah, tanggap darurat berakhir di dua daerah dan tidak diperpanjang,” katanya.

“Jadi, saat ini di Sumatera Utara sudah tidak ada kabupaten/kota dengan status tanggap darurat. Provinsi Sumatera Utara saat ini sudah dalam status transisi darurat," ujarnya lagi.

Sedangkan di Sumatera Barat, perpanjangan status tanggap darurat dilakukan di Kabupaten Agam. Sebab, hingga tiga hari yang lalu itu masih ada beberapa bencana longsor susulan, karena terdeteksi ada rekahan-rekahan yang berpotensi untuk terjadi longsor susulan bila dilanda hujan dalam waktu yang cukup lama.

"Selain Kabupaten Agam, di Sumatera Barat sudah tidak ada kabupaten/kota yang dalam status tanggap darurat. Jadi, semuanya saat ini sudah dalam transisi darurat. Ada tanggap darurat yang berakhir dan ini tidak diperpanjang," kata Kapusdatin BNPB, Abdul Muhari.***