POJOKSATU.id, JAKARTA-- Presiden Prabowo memutuskan menerima bantuan asing terkait bencana banjir bandang dan longsor di Sumatera.

Langkah ini diambil untuk menepis anggapan publik bahwa Indonesia menolak bantuan asing dalam penanggulangan bencana di Sumut, Sumbar dan Aceh.

Prabowo menegaskan, anggapan bahwa Indonesia menolak bantuan pihak lain tidak sepenuhnya benar.

Menurutnya, pada prinsipnya Indonesia terbuka terhadap bantuan kemanusiaan yang diberikan secara tulus dan melalui mekanisme yang jelas.

Baca Juga: Viral Banjiir Cilegon! Arus Deras Sampai Geret Mobil, Netizen Sampai Takut Kejadian Kayak Sumatera

Prabowo juga mengatakan, membantu adalah hal yang wajar sebagai sesama manusia, terutama dalam situasi bencana.

Ia menekankan pemerintah tidak menutup diri terhadap pihak manapun yang ingin memberikan bantuan bagi pemulihan pascabencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

"Saya kemarin sempat ke Tapsel, dan hari ini saya kembali ke Tamiang, yang merupakan salah satu kabupaten paling besar dampak bencana tersebut,” kata Prabowo saat meninjau korban bencana di Aceh Tamiang, Aceh, saat pergantian tahun, Kamis (1/1/2026).

“Dan saya tahu bahwa saya dapat laporan dari Mendagri, gubernur, bahwa banyak kabupaten lain bertanya, 'kok Presiden belum sampai?'. Saya minta maaf saya belum bisa ke semua titik," ujar Prabowo lagi.

Baca Juga: Isu Teror Influencer Makin Panas, Pigai Meledak Jangan Asal Tuduh Pemerintah Dalangnya!

Dia mengaku sudah dilaporkan oleh Gubernur, dan nanti dia akan bicarakan dengan beberapa pejabat lain, mekanisme soal bantuan asing ini.

“Kalau ada pihak yang tulus ikhlas mau membantu, ya kita jelas sebagai manusia kita masa menolak bantuan? Asal bantuannya itu jelas,” kata Prabowo.

Prabowo menekankan pentingnya prinsip keikhlasan dalam setiap bantuan. Ia menyinggung pengalaman masa lalu, di mana bantuan yang awalnya diklaim sebagai solidaritas kemanusiaan ternyata disertai tuntutan tertentu.

“Kita tidak menolak bantuan, hanya mekanisme dan prosedurnya harus jelas, dan harus ikhlas, karena kita mengalami pernah dibantu, (tapi) akhirnya ujungnya ada juga yang menagih,” ujarnya.

Presiden juga meminta agar setiap pihak yang ingin membantu menyampaikan niatnya secara resmi kepada pemerintah. Bantuan tersebut nantinya akan dikoordinasikan dan disalurkan oleh pemerintah pusat agar tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Kalau ada pihak yang mau beri sumbangan, silakan, monggo. Bikin surat, saya ingin menyumbang ini, dan nanti kita dilaporkan ke pemerintah pusat, nanti kita yang akan salurkan,” tegas Prabowo.

Selain itu, Prabowo membuka opsi agar masing-masing gubernur di tiga provinsi terdampak membuka rekening khusus untuk menampung donasi bantuan. Dengan cara ini, masyarakat atau pihak swasta yang ingin membantu bisa menyalurkan bantuan secara langsung.

“Apakah nanti gubernur Provinsi Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara mungkin membuka rekening, mungkin dana bantuan pascabencana dibuka yang mengirim langsung, silakan. Dari dalam negeri mau memberi sumbangan, silakan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prabowo berharap mekanisme tersebut dapat mempercepat proses pemulihan dan meringankan beban warga terdampak bencana.

“Kita harus berpikir positif, yang penting kita secepatnya bekerja untuk meringankan penderitaan rakyat kita, di manapun. Itu tujuan kita,” pungkasnya.***