POJOKSATU.ID - Ladang jagung di Desa Bantarpanjang, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, kembali menjadi sorotan publik.

Lahan pertanian yang diresmikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Oktober 2025 itu tampak dipenuhi rumput liar, sehingga memunculkan tanda tanya soal kelanjutan program ketahanan pangan tersebut.

Pantauan di lokasi menunjukkan, sebagian area ladang jagung terlihat hijau oleh rumput yang tumbuh di antara tanaman.

Baca Juga: Mengatur Jenjang Karir hingga Penghasilan Dosen, Permendiktisaintek Nomor 52 Tahun 2025 Resmi Diterbitkan, Simak Lengkapnya

Kondisi ini pun ramai diperbincangkan, lantaran lahan tersebut sebelumnya diproyeksikan sebagai bagian dari program ketahanan pangan yang melibatkan aparat kepolisian dan pihak swasta.

Program tersebut merupakan hasil kerja sama antara Polda Banten dan Polresta Tangerang dengan PT MSD Corpora Internasional.

Lahan jagung ini menjadi simbol dukungan terhadap upaya penguatan sektor pangan nasional, sekaligus pemanfaatan lahan produktif di wilayah Tangerang.

Baca Juga: Heboh! KDM Larang Sawit Berkembang di Jawa Barat, Warga Sebut Air Bersih Mulai Menipis

Menanggapi kondisi lahan yang menuai sorotan, Polresta Tangerang memastikan bahwa program penanaman jagung tetap berjalan sesuai rencana.

Jagung yang ditanam di lahan tersebut disebutkan akan memasuki masa panen pada Januari mendatang.

Pihak kepolisian menegaskan, kondisi ladang yang tampak ditumbuhi rumput tidak serta-merta menandakan kegagalan program.

Baca Juga: Kodim 0604 Karawang Raih Penghargaan Pendidikan Tingkat Jawa Barat

Menurut mereka, tanaman jagung masih tumbuh dan dirawat sesuai dengan tahapan pertanian yang telah direncanakan sejak awal.

Sementara itu, PT MSD Corpora Internasional selaku mitra pengelola lahan memberikan penjelasan terkait keberadaan rumput liar di sejumlah titik.

Direktur Utama PT MSD Corpora, Made, menyebut bahwa kondisi tersebut merupakan bagian dari strategi pengelolaan lahan pertanian.

Baca Juga: Kredit Tumbuh Dua Digit, Likuiditas Menguat: Bank Mandiri Tutup 2025 dengan Kinerja Solid

“Rumput di beberapa titik memang kami biarkan. Tujuannya untuk menahan struktur tanah agar tidak hanyut, karena karakter tanah di lokasi ini mudah tergerus saat hujan,” ujar Made, dikutip pojoksatu.id dari kompas.com (31/12/2025).

Ia menjelaskan, wilayah Bantarpanjang memiliki kontur tanah yang rawan erosi, terutama saat curah hujan tinggi.

Oleh karena itu, sebagian rumput sengaja tidak dibersihkan untuk menjaga kestabilan tanah dan mencegah kerusakan lahan.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Resmi Larang Penanaman Sawit di Jawa Barat Usai Muncul Bencana dan Krisis Air

Made menambahkan, perawatan ladang jagung tetap dilakukan secara berkala, termasuk pengendalian gulma yang berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman utama.

Ia memastikan bahwa rumput yang dibiarkan tidak akan menghambat hasil panen.

Meski demikian, kondisi ladang jagung ini menjadi perhatian publik karena dikaitkan dengan program ketahanan pangan yang diresmikan langsung oleh Wakil Presiden.

Baca Juga: Tunjangan Direncanakan Cair Tiap Bulan, Tapi Data NIP, Pangkat, dan Masa Kerja Harus Valid, Guru ASN Wajib Cek Sekarang

Sejumlah pihak menilai transparansi dan komunikasi kepada masyarakat penting agar tidak menimbulkan persepsi negatif.

Polresta Tangerang dan PT MSD Corpora menegaskan komitmen mereka untuk menuntaskan program ini hingga masa panen.

Hasil panen jagung nantinya diharapkan dapat menjadi bukti bahwa program ketahanan pangan tersebut berjalan sesuai tujuan awal.***