POJOKSATU.id - Viral di media sosial, keluhan seorang komika mendadak mengguncang warganet usai dirinya membeberkan betapa rumitnya birokrasi pengurusan administrasi di Kabupaten Tangerang, Banten.

Komika bernama Mega itu meluapkan kekesalannya lantaran proses pengurusan surat di kabupaten tersebut disebut-sebut mustahil selesai dalam waktu singkat.

Dalam curhatnya, Mega menegaskan bahwa masyarakat yang berniat mengurus dokumen kependudukan harus siap mengorbankan pekerjaan selama berhari-hari.

Baca Juga: ASN Wajib Tahu! BKN Terapkan Lemari Digital Gratis untuk Perlindungan Dokumen ASN

Bukan sehari, bukan dua hari bahkan menurutnya bisa memakan waktu hampir satu minggu penuh.

“Buat orang-orang Kabupaten Tangerang yang mau ngurus surat-surat, minimal banget nih lu harus izin kerja seminggu. Nggak bisa tuh cuma sehari,” ujarnya geram.

Keluhan itu bukan tanpa alasan. Pria itu menjelaskan bahwa alur birokrasi masih sangat berbelit-belit.

Baca Juga: Resmi! Menkeu Purbaya Tambah Anggaran Rp 7,66 Triliun untuk THR dan Gaji ke 13 Guru ASN Daerah

Masyarakat yang hendak mengurus dokumen di instansi pemerintah seperti Dukcapil tetap harus membawa surat pengantar dari lingkungan tempat tinggal, mulai dari RT hingga RW.

Padahal, di banyak daerah, aturan serupa sudah mulai dipangkas demi mempersingkat alur layanan publik.

Mega menambahkan bahwa proses meminta surat pengantar itulah yang sering membuat waktu habis percuma.

Baca Juga: MenPAN RB Temui Menkeu Purbaya, Usulan Kenaikan Gaji ASN 2026 Mulai Dibahas

Menemui RT-RW, katanya, kadang seperti misi yang tidak mungkin diselesaikan.

“Kadang RT-nya ada, RW-nya nggak ada. Kadang RW-nya ada, libur lu udah habis,” ungkapnya.

Keluhan tersebut membuat banyak orang mengangguk setuju karena merasa mengalami hal yang sama.

Dalam waktu singkat, unggahan Mega langsung diserbu ribuan komentar.

Warganet dari berbagai daerah turut mengungkapkan pengalaman mereka masing-masing, dan banyak yang menilai bahwa persoalan ini bukan hanya terjadi di Kabupaten Tangerang saja.

Baca Juga: ASN Wajib Tahu! BKN Terapkan Lemari Digital Gratis untuk Perlindungan Dokumen ASN

Beberapa mengaku pernah mengalami situasi serupa di kota lain, bahkan ada yang berkomentar bahwa “di Indonesia itu sama saja, kalau urusan administratif pasti ribet.”

Gelombang reaksi warganet makin membesar ketika beberapa akun menuliskan bahwa kerumitan birokrasi sering kali membuat masyarakat enggan mengurus dokumen penting.

Ada yang terpaksa membatalkan rencana membuat KTP karena libur kerja yang tak cukup.

Baca Juga: ASN Wajib Tahu! BKN Terapkan Lemari Digital Gratis untuk Perlindungan Dokumen ASN

Ada pula yang mengaku harus bolak-balik hanya untuk mendapatkan satu tumpuk berkas yang sebenarnya bisa saja dipangkas prosesnya.

Viralnya curhatan ini membuat banyak orang berharap agar ke depan layanan publik, khususnya administrasi kependudukan, bisa lebih mudah dan cepat.

Beberapa warganet menekankan bahwa masyarakat tidak seharusnya dibebani alur panjang hanya demi mendapatkan dokumen resmi yang seharusnya menjadi hak mereka.

Baca Juga: MenPAN RB Temui Menkeu Purbaya, Usulan Kenaikan Gaji ASN 2026 Mulai Dibahas

Fenomena ini kembali membuka diskusi luas mengenai reformasi birokrasi dan perlunya adaptasi digital di lembaga pemerintahan.

Banyak yang meminta agar sistem diperbaiki, alur dipangkas, dan layanan dibuat lebih responsif.

Harapan warganet sederhana, jangan sampai masyarakat harus kehilangan waktu, pekerjaan, atau penghasilan hanya untuk mengurus selembar dokumen.

Dengan semakin ramainya pembahasan ini, masyarakat berharap kejadian yang dialami Mega dapat menjadi pintu masuk bagi perubahan yang nyata.

Sebab, jika keluhan seperti ini terus muncul dan tidak menemukan perbaikan, masyarakatlah yang kembali harus menanggung akibatnya.***