POJOKSATU.id - Menjelang malam pergantian Tahun Baru, kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur mulai dipadati pengunjung.
Di tengah meningkatnya aktivitas warga, polisi menerapkan razia ketat untuk memastikan tidak ada pengunjung yang membawa petasan.
Kembang api, atau barang berbahaya lainnya ke dalam area wisata tersebut.
Baca Juga: Heboh Drama PBNU Tamat! Gus Yahya Pastikan Semua Persoalan Internal Sudah Selesai
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan.
Dan kenyamanan seluruh pengunjung yang akan menikmati rangkaian kegiatan malam tahun baru tanpa potensi gangguan.
Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Alfian, mengatakan razia dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Kapolri.
Dan Kapolda Metro Jaya terkait larangan membawa dan menyalakan petasan di area publik, terutama lokasi yang menampung kerumunan besar seperti TMII.
“Dan kami sudah berkoordinasi dengan Ibu Direktur Utama Taman Mini Indonesia Indah bahwa di Pintu 1 pada saat masuk dan Pintu 3 itu akan kami lakukan sweeping.
Selain itu, pada saat konser karena ada salah satu band yang mungkin bisa menarik pengunjung kami juga menyiapkan dua pintu yang akan dilakukan sweeping,”
Baca Juga: Heboh Drama PBNU Tamat! Gus Yahya Pastikan Semua Persoalan Internal Sudah Selesai
ungkap nya dikutip pojoksatu.id dari kumparan 28/12/2025.
Menurutnya, penggunaan petasan kerap memicu risiko kecelakaan, kebakaran, hingga cedera fisik, sehingga langkah pencegahan harus dilakukan lebih awal.
Razia dilakukan di sejumlah titik strategis seperti Pintu 1 dan Pintu 3 TMII.
Petugas memeriksa barang bawaan pengunjung, mulai dari tas kecil, ransel, hingga kantong plastik yang mereka bawa.
Pemeriksaan berlangsung dengan prosedur standar dan pengunjung diminta membuka barang bawaan secara mandiri untuk memastikan tidak ada benda yang dilarang.
Baca Juga: Heboh Drama PBNU Tamat! Gus Yahya Pastikan Semua Persoalan Internal Sudah Selesai
Pengelola TMII juga mendukung penuh langkah kepolisian.
Tahun ini, TMII tidak mengadakan pesta kembang api sebagai bagian dari penyesuaian acara dan pertimbangan keamanan.
Sebagai gantinya, perayaan akan difokuskan pada hiburan yang lebih tertib dan aman, tanpa penggunaan piroteknik.
Keputusan ini selaras dengan kebijakan nasional yang mendorong penyelenggaraan malam pergantian tahun tanpa suara ledakan berbahaya.
Bagi sebagian pengunjung, razia ini menjadi hal yang wajar mengingat tingginya jumlah pengunjung setiap akhir tahun.
Meski begitu, sebagian besar dari mereka memahami bahwa langkah tersebut diambil demi menghindari situasi yang tidak diinginkan.
Baca Juga: Makan Bareng Gus Ipul di Kediaman Rais Aam PBNU, Gus Yahya Ungkap Hampir Tak Marah dan Benci
Razia petasan bukanlah kebijakan baru.
Pada tahun-tahun sebelumnya, aparat keamanan di berbagai wilayah Jakarta juga melakukan hal serupa untuk meminimalkan potensi gangguan keamanan.
Namun, tahun ini penegakannya lebih diperketat karena TMII menjadi salah satu pusat aktivitas perayaan dan diperkirakan menampung pengunjung dalam jumlah besar.
Polisi juga mengingatkan bahwa membawa petasan ke area berkerumun dapat berujung pada tindakan tegas.
Selain menyalahi ketentuan keamanan publik, benda tersebut berpotensi membahayakan diri sendiri dan orang lain.
Aparat memastikan seluruh barang berbahaya akan langsung diamankan.
Baca Juga: Heboh Drama PBNU Tamat! Gus Yahya Pastikan Semua Persoalan Internal Sudah Selesai
Di sisi lain, suasana TMII tetap kondusif. Meski ada pemeriksaan tambahan, arus masuk pengunjung masih berjalan lancar.
Petugas di lapangan membantu mengatur antrean agar proses pemeriksaan tetap tertib dan tidak menghambat mobilitas warga yang ingin menikmati rangkaian acara akhir tahun.
Dengan adanya langkah pengamanan ini, TMII berharap perayaan malam tahun baru dapat berlangsung aman, nyaman, dan tanpa insiden terkait petasan.
Baca Juga: Heboh Drama PBNU Tamat! Gus Yahya Pastikan Semua Persoalan Internal Sudah Selesai
Pemeriksaan akan dilakukan hingga malam puncak perayaan untuk memastikan aturan benar-benar dipatuhi seluruh pengunjung.***




