POJOKSATU.ID - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan dirinya tidak ambil pusing terhadap pihak-pihak yang menertawakan pernyataannya mengenai adanya kekuatan asing yang ingin memecah belah bangsa.

Prabowo menegaskan seluruh sikap dan kebijakan yang ia ambil semata-mata ditujukan untuk kepentingan rakyat Indonesia.

Dalam pernyataannya, Prabowo menekankan komitmennya untuk menjaga keutuhan negara dan menyatakan kesiapan berkorban demi bangsa dan negara.

Baca Juga: Daftar Terbaru Daerah yang Sudah Cairkan TPG 100 Persen per Tanggal 25 Desember 2025

Ia bahkan menegaskan tidak ragu mempertaruhkan nyawanya demi kepentingan nasional.

“Saya sudah sumpah. Saya siap mengorbankan nyawa saya untuk bangsa dan negara ini,” tegas Prabowo, dikutip pojoksatu.id dari kumparan.com.

Menurut Prabowo, ancaman terhadap negara tidak selalu datang dalam bentuk serangan fisik, melainkan melalui pelemahan sistem dari dalam.

Baca Juga: 2 Faktor Utama Penyebab 18 Honorer Gagal Lolos PPPK Paruh Waktu di Ciamis

Ia mengibaratkan negara sebagai tubuh manusia, sementara anggaran negara adalah darah yang mengalir untuk menjaga seluruh organ tetap hidup.

“Negara itu seperti tubuh manusia. Anggaran negara adalah darahnya. Kalau darahnya bocor terus, tubuh itu bisa mati,” ujar Prabowo.

Ia menjelaskan, kebocoran anggaran dapat terjadi melalui berbagai praktik yang merugikan negara, mulai dari korupsi, penyelundupan, laporan keuangan palsu, hingga praktik suap.

Baca Juga: Cara Cek Bantuan Kemendikdasmen Anak Sekolah Desember 2025, Apakah Harus ke Bank?

Jika kondisi tersebut dibiarkan berlarut-larut, Prabowo menilai negara berisiko mengalami keruntuhan.

“Kebocoran itu dari korupsi, penyelundupan, laporan palsu, suap. Kalau itu terus terjadi, negara bisa kolaps,” katanya.

Prabowo juga menyinggung bahwa situasi tersebut justru diinginkan oleh pihak-pihak tertentu yang tidak menghendaki Indonesia menjadi negara yang kuat dan mandiri.

Baca Juga: Jokowi Soal Ijazah Palsu Viral Sebut Dirinya Memaafkan Para Tersangka, Tapi Hukum Jangan Berhenti!

Oleh karena itu, ia menegaskan pentingnya langkah tegas untuk menutup semua celah kebocoran yang merugikan keuangan negara.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo mengapresiasi kinerja Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).

Satgas tersebut dilaporkan telah menyerahkan dana sebesar Rp 6,6 triliun ke kas negara dari hasil penertiban kawasan hutan yang disalahgunakan.

Baca Juga: Geger Indonesia Naik Kelas di PBB, Dipercaya Pimpin Dewan HAM Dunia

“Hari ini negara menerima Rp 6,6 triliun. Ini uang rakyat yang harus kita jaga,” ujarnya.

Hingga saat ini, Satgas PKH telah berhasil menertibkan sekitar 4 juta hektare kawasan hutan yang sebelumnya dikuasai atau dimanfaatkan secara tidak sah.

Prabowo menilai langkah tersebut sebagai bukti nyata keseriusan pemerintah dalam menjaga aset negara.

Baca Juga: Momen Libur Nataru, Tercatat 524.060 Kendaraan Roda Empat Sudah Masuk ke Bandung

Ia pun menegaskan bahwa upaya penegakan hukum dan penertiban aset negara akan terus dilanjutkan demi memperkuat fondasi ekonomi nasional dan menjaga kedaulatan Indonesia.***