POJOKSATU.id, JAKARTA—Update korban jiwa banjir bandang dan longsor di tiga provinsi di Sumatera hingga Rabu (24/12/2025) mencapai 1.129 korban meninggal.

Sementara korban hilang atau belum ditemukan sebanyak 174 orang. Jumlah pengungsi mencapai 496.293 jiwa hingga sebulan bencana.

Bencana banjir bandang dan longsor mulai terjadi di utara Pulau Sumatera sejak Selasa (25/11) lalu.

Baca Juga: Hendri Satrio Tanggapi Kisruh Ketua Umum PBNU, Prasangkanya Sudah Tak Lagi Positif Seperti Dulu

"Per hari ini, terdapat penambahan daftar korban meninggal dunia sebanyak 17 jiwa, sehingga total korban jiwa secara keseluruhan kini mencapai 1.129 orang," ujar Kapusdatin BNPB, Abdul Muhari dalam konferensi pers virtual, Rabu siang (24/12/2025).

Rincian penambahan korban tersebut berasal dari Aceh Utara sebanyak 14 jiwa.

Sementara dari Tapanuli Tengah 1 korban jiwa, Kota Sibolga 1 korban jiwa dan dari Sumatera Barat juga 1 korban jiwa.

"Untuk data korban hilang saat ini mengalami penurunan menjadi 174 jiwa, sedangkan jumlah warga yang masih berada di pengungsian tercatat sebanyak 496.293 jiwa," ucapnya.

Baca Juga: Gubernur Banten Tekankan Kesan Wisatawan, Banten Bidik Kunjungan Ulang Saat Nataru

Saat ini, Tim SAR Gabungan masih mencari keberadaan 174 korban yang belum ditemukan di Sumbar, Aceh dan Sumut.

Abdul mengatakan, masih ada beberapa daerah yang memutuskan untuk memperpanjang status tanggap darurat hingga tanggal 28 atau 30 Desember mendatang.

Hal ini disebabkan masih banyak korban yang belum ditemukan.

Untuk wilayah Aceh, jalur Lintas Timur dan Lintas Barat secara umum sudah dapat dilewati, dengan fokus pengerjaan saat ini diarahkan pada titik-titik penghubung Lintas Timur ke arah Tengah melalui pemasangan jembatan Bailey.

Jembatan Bailey dibangun sementara di beberapa lokasi kritis agar konektivitas wilayah menuju Aceh Tengah tetap terjaga.

Selain itu, percepatan pemulihan akses jalan dan jembatan juga dilakukan terutama untuk mendukung kelancaran transportasi menjelang libur Natal dan Tahun Baru.

"Saat ini, pemulihan di Sumatera Barat sudah hampir mencapai 100 persen, sementara di wilayah Tapanuli Raya, Sumatera Utara, progresnya telah mencapai kisaran 80 hingga 90 persen," ucapnya.***