POJOKSATU.id - Jagat media sosial belum lama soal Roti O ini kembali dihebohkan oleh sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang ibu-ibu yang meluapkan kemarahannya di sebuah gerai roti ternama.

Video tersebut dengan cepat menyebar luas dan memancing beragam reaksi dari warganet.

Dalam video yang beredar, terlihat sang ibu merekam langsung momen ketika dirinya memprotes harga roti yang dibelinya.

Baca Juga: Usai Viral Nenek Ditolak Bayar Tunai, Kini Menolak Uang Cash Bisa Dipenjara dan Didenda Rp200 Juta

Ia mengaku terkejut karena roti yang tertera di menu seharga Rp32 ribu, justru diminta membayar Rp40 ribu saat transaksi di kasir.

Merasa dirugikan, ibu tersebut langsung meluapkan emosi dan menuding sang kasir tidak jujur serta melakukan penipuan.

Nada suara yang tinggi dan kata-kata bernada keras membuat suasana semakin tegang.

Baca Juga: Ateis Rob

Sang kasir tampak kebingungan menghadapi situasi tersebut.

Dari rekaman video, terlihat jelas raut wajah kasir yang panik, ketakutan, bahkan seperti menahan sedih saat dimarahi di depan kamera.

Namun, situasi justru berbalik arah setelah video itu viral dan ditonton jutaan kali.

Baca Juga: Kuliah 4 Tahun Sudah Tak Relevan, Menag Dorong PTKIN Terapkan Accelerated Learning untuk Mahasiswa

Alih-alih mendapat dukungan, ibu-ibu tersebut malah menjadi sasaran hujatan netizen.

Banyak warganet yang membela sang kasir dan menilai kemarahan sang ibu tidak berbanding lurus dengan kejadian yang sebenarnya.

Diketahui, kasir dalam video tersebut sudah menjelaskan bahwa terjadi kesalahan input harga.

Ia juga disebut telah meminta maaf secara langsung dan mengembalikan uang sesuai dengan harga yang tercantum di menu, yakni Rp32 ribu.

Kesalahan tersebut dinilai sebagai human error yang seharusnya bisa diselesaikan secara baik-baik tanpa perlu direkam dan disebarluaskan.

Baca Juga: Kuliah 4 Tahun Sudah Tak Relevan, Menag Dorong PTKIN Terapkan Accelerated Learning untuk Mahasiswa

Netizen pun ramai-ramai menyuarakan empati terhadap sang kasir.

Banyak yang menyayangkan tindakan merekam dan memviralkan pekerja yang sedang menjalankan tugasnya.

Terlebih, posisi kasir dinilai sebagai pihak yang rentan karena tidak memiliki kuasa besar dan hanya menjalankan sistem yang ada.

Baca Juga: Peparkot Serang 2025 Resmi Digelar, Atlet Disabilitas Unjuk Prestasi di GGR Ciceri

“Kalau sudah minta maaf dan uang dikembalikan, kenapa masih diviralkan?” tulis salah satu netizen.

Ada pula yang menyoroti ekspresi kasir yang tampak tertekan dan ketakutan, hingga membuat publik semakin bersimpati.

Meski begitu, tidak sedikit pula yang menilai bahwa konsumen tetap berhak memprotes jika merasa dirugikan.

Baca Juga: Usai Viral Nenek Ditolak Bayar Tunai, Kini Menolak Uang Cash Bisa Dipenjara dan Didenda Rp200 Juta

Perdebatan pun tak terhindarkan.

Kolom komentar dipenuhi argumen pro dan kontra, mulai dari soal transparansi harga hingga etika memviralkan masalah sepele.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi baik dari pihak gerai roti maupun dari ibu-ibu yang terlibat dalam video viral tersebut.

Publik masih menunggu klarifikasi lanjutan untuk mengetahui kronologi utuh dari kedua belah pihak.

Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa di era media sosial, satu rekaman singkat bisa berdampak panjang.

Kesalahan kecil yang seharusnya bisa diselesaikan secara sederhana, justru berujung menjadi konsumsi publik dan memicu tekanan psikologis bagi pihak tertentu.***