POJOKSATU.ID - Aceh kembali menerima bantuan kemanusiaan dari Malaysia di tengah bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah.
Kali ini, bantuan datang dari penyanyi ternama Malaysia Siti Nurhaliza melalui Yayasan Nurjiwa, lembaga sosial yang ia dirikan bersama keluarga.
Bantuan tersebut diserahkan kepada Pemerintah Aceh dan diterima langsung oleh Marlina Muzakir, istri Gubernur Aceh, di Banda Aceh.
Bagi pembaca yang ingin ikut mengambil peran, silakan membuka tautan donasi melalui teks ini ==> Gerakan Anak Negeri
Pengiriman bantuan ini menjadi perhatian publik karena dilakukan secara khusus oleh figur publik Malaysia yang memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat Aceh.
Perwakilan Yayasan Nurjiwa, Rozi Abdul Razak, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk empati dan solidaritas terhadap masyarakat Aceh yang tengah menghadapi masa sulit akibat bencana alam.
“Kami datang atas dasar kemanusiaan. Aceh dan Malaysia memiliki ikatan sejarah dan budaya yang kuat. Kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban saudara-saudara kami di Aceh,” ujar Rozi, dikutip pojoksatu.id dari CNN Indonesia (18/12/2025).
Baca Juga: BRI Konsisten Ciptakan Nilai bagi Negara dan Pemegang Saham, Bagikan Dividen Interim Tahun Buku 2025
Bantuan dari Malaysia tersebut dikirim menggunakan tiga unit truk dan berisi berbagai kebutuhan dasar yang sangat dibutuhkan di lokasi bencana.
Mulai dari bahan pangan, pakaian layak pakai, selimut, obat-obatan, air mineral, susu, hingga perlengkapan darurat seperti generator listrik.
Pemerintah Aceh memastikan seluruh bantuan akan segera didistribusikan ke wilayah terdampak paling parah, termasuk daerah-daerah yang masih kesulitan akses logistik akibat banjir dan longsor.
Fokus penyaluran diarahkan pada kebutuhan dasar warga yang mengungsi serta daerah dengan kerusakan infrastruktur berat.
Marlina Muzakir menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian masyarakat Malaysia, khususnya Siti Nurhaliza dan Yayasan Nurjiwa.
“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dan perhatian yang diberikan. Ini menjadi penguat moral bagi masyarakat Aceh yang sedang menghadapi cobaan berat,” ujarnya.
Bantuan dari Malaysia ini menambah daftar dukungan internasional yang diterima Aceh selama masa tanggap darurat.
Sebelumnya, sejumlah organisasi dan komunitas dari Negeri Jiran juga turut mengirimkan bantuan logistik dan tenaga relawan ke wilayah terdampak.
Masuknya bantuan lintas negara ini terjadi di tengah perbincangan publik mengenai respons pemerintah pusat terhadap bencana di Sumatra.
Baca Juga: Penataan Guru Honorer 2025–2026 Dimulai! Pengabdian 5 Tahun Jadi Prioritas, Ini yang Perlu Disiapkan
Kehadiran bantuan dari Malaysia dinilai menunjukkan kuatnya solidaritas regional, sekaligus menjadi pengingat pentingnya percepatan penanganan bencana di dalam negeri.
Hingga kini, pemerintah daerah masih terus melakukan evakuasi, pendataan korban, serta pemulihan fasilitas umum.
Bantuan seperti yang dikirimkan Yayasan Nurjiwa diharapkan dapat membantu mempercepat pemulihan dan memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi.***




