POJOKSATU.ID - Kepala Otoritas Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono melontarkan sindiran keras kepada aparatur sipil negara (ASN) yang enggan pindah ke Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menurut Basuki, alasan penolakan tersebut tidak masuk akal, mengingat fasilitas hunian bagi para PNS di IKN telah disiapkan dengan sangat baik.
Pernyataan itu disampaikan Basuki saat memberikan sambutan dalam acara Diseminasi Hasil dan Penyampaian Dokumen Publikasi Pendataan Penduduk Ibu Kota Nusantara (PPIKN) 2025 di Kantor Badan Pusat Statistik (BPS), Jakarta, Selasa (16/12/2025).
Bagi pembaca yang ingin ikut mengambil peran, silakan membuka tautan donasi melalui teks ini ==> Gerakan Anak Negeri
Basuki mengaku heran masih ada calon pegawai negeri sipil (CPNS) maupun PNS yang enggan ditempatkan di IKN.
Bahkan, ia secara terbuka menyindir keras sikap tersebut di hadapan peserta acara.
“Tadi saya bilang ke Kepala BPS, nanti kalau ke sana Januari 2026, bawa itu CPNS ke sana supaya dia lihat kalau ada CPNS yang enggak mau pindah ke IKN, itu goblok. Bodoh,” ujar Basuki, dikutip pojoksatu.id dari republikaonline.
Menurut Basuki, pemerintah telah menyiapkan fasilitas hunian yang sangat layak dan nyaman bagi para PNS yang akan bertugas di IKN.
Oleh karena itu, ia menilai tidak ada alasan rasional bagi ASN untuk menolak penugasan tersebut.
Ia menegaskan, IKN dibangun bukan untuk kepentingan generasinya, melainkan untuk masa depan generasi muda Indonesia.
Baca Juga: Kodim Karawang Bekali Prajurit Pelatihan Pangan di KIIC
Karena itu, para PNS diharapkan memiliki semangat yang sama dalam membangun dan menghidupkan ibu kota baru tersebut.
Basuki juga mencontohkan komitmen yang telah ia lakukan bersama sekitar 1.100 aparat Otorita IKN lainnya.
Mereka, kata dia, telah lebih dulu bersedia tinggal dan bekerja di IKN sebagai bentuk tanggung jawab dan teladan bagi ASN lain.
“Karena IKN adalah kota bagi mereka, bukan buat saya atau generasi saya. Ini kota untuk generasi muda ke depan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Basuki memaparkan fasilitas hunian yang disediakan bagi PNS di IKN.
Pemerintah telah menyiapkan rumah susun dengan luas mencapai 98 meter persegi, lengkap dengan tiga kamar tidur berpendingin udara, ruang tamu, ruang makan, dapur, serta ruang cuci.
Baca Juga: Viral! Pria Ngeyel Ditilang Polisi, Motor Diangkut ke Pick Up Tetap Diduduki Sampai Digulingkan!
Selain itu, fasilitas air bersih di IKN juga disebut sangat memadai. Air dari keran bahkan sudah bisa langsung diminum, dilengkapi dengan sistem air panas dan dingin.
Menurut Basuki, standar hunian tersebut jauh dari kesan seadanya dan justru tergolong sangat nyaman bagi ASN.
Dengan fasilitas tersebut, Basuki berharap para PNS dapat memanfaatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari sejarah pembangunan IKN.
Ia menilai penolakan pindah justru mencerminkan ketidaksiapan mental sebagai abdi negara.
Pernyataan Basuki ini pun menuai perhatian publik dan memicu perbincangan luas.
Isu kesiapan ASN pindah ke IKN kembali menjadi sorotan seiring rencana pemindahan bertahap pusat pemerintahan ke ibu kota baru.***




