POJOKSATU.id – Pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Zulkifli Hasan mendadak menjadi sorotan publik.
Dengan nada optimistis, Zulhas menargetkan TPST Bantargebang akan bebas sampah hanya dalam waktu dua tahun.
Sebuah janji yang langsung memicu perdebatan dan rasa penasaran masyarakat.
Baca Juga: Kemenbud Luncurkan Buku Sejarah Indonesia Hingga 10 Jilid, Begini Isinya
Pernyataan itu disampaikan setelah pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan fasilitas waste to energy (WTE).
Dalam aturan ini, perizinan proyek pengolahan sampah dipangkas agar investor bisa langsung masuk tanpa hambatan birokrasi yang berlarut-larut.
Zulhas mengatakan, perubahan regulasi ini akan membawa percepatan signifikan dalam penanganan sampah nasional.
Baca Juga: Besaran TPG 100 Persen yang Diterima Bulan Desember Lebih dari Rp5 Juta? Begini Penjelasannya!
"Jadi Bantargebang itu Insya Allah dua tahun lagi, nggak ada lagi dua tahun lagi. Bandung, yang di mana-mana itu, dua tahun lagi,"
ujar Zulhas di Jakarta dikutip pojoksatu.id dari ntvnews.id 16/12/2025.
Bukan sekadar janji, pemerintah mengklaim sudah menyiapkan roadmap jelas.
Zulhas menegaskan bahwa pengelolaan sampah tidak boleh lagi bergantung pada pola lama: kumpul, angkut, buang.
Baca Juga: Info Terbaru! Inilah Daftar Lengkap Daerah Penerima TPG 100 Persen Tahun 2025
Gunung Sampah Setara Gedung 16 Lantai
TPST Bantargebang sejak lama dikenal sebagai titik kritis persoalan sampah Jakarta.
Pemerintah mencatat, tumpukan sampah di sana pernah mencapai ketinggian setara gedung 16 lantai.
Baca Juga: Info Terbaru! Inilah Daftar Lengkap Daerah Penerima TPG 100 Persen Tahun 2025
Sebagaimana disampaikan pejabat pemerintah dalam laporan yang dikutip CNBC Indonesia.
Kondisi itu membuat pemerintah pusat turun tangan.
Teknologi mulai diterapkan secara bertahap, salah satunya Refuse Derived Fuel (RDF) yang mampu mengolah ribuan ton sampah setiap hari.
Baca Juga: Besaran TPG 100 Persen yang Diterima Bulan Desember Lebih dari Rp5 Juta? Begini Penjelasannya!
Dalam sebuah kunjungan ke Bantargebang, Zulhas kembali menegaskan efektivitas teknologi tersebut.
“Sampah di Bantargebang ini sudah bisa disulap jadi bahan bakar. Ini kemajuan besar,” ucapnya, dikutip dari Detik.
RDF mengubah sampah menjadi bahan bakar alternatif untuk industri semen, sedangkan residunya bisa diolah menjadi bahan baku batu bata.
Baca Juga: Kemenbud Luncurkan Buku Sejarah Indonesia Hingga 10 Jilid, Begini Isinya
Inovasi ini dianggap sebagai pintu gerbang menuju era baru pengelolaan sampah Indonesia.
34 Proyek WTE Siap Jalan
Selama 11 tahun terakhir, proyek WTE di Indonesia berjalan lambat. Hanya tiga proyek yang berhasil berjalan karena terhambat regulasi.
Baca Juga: Info Terbaru! Inilah Daftar Lengkap Daerah Penerima TPG 100 Persen Tahun 2025
Namun menurut Zulhas, situasinya kini berubah.
Di Bantargebang sendiri, teknologi RDF dan PSEL (Pengolah Sampah Energi Listrik) telah disiapkan untuk mendukung target pengurangan volume sampah secara drastis sebelum 2027.
Dampak ke Lingkungan dan Kesehatan Publik
Kemenko PMK juga menyoroti manfaat teknologi pengelolaan sampah modern. Dalam kunjungan terpisah, Menko PMK Muhadjir Effendy menyambut baik langkah ini.
Baca Juga: Besaran TPG 100 Persen yang Diterima Bulan Desember Lebih dari Rp5 Juta? Begini Penjelasannya!
Dengan teknologi baru, pemerintah berharap Bantargebang tidak lagi menjadi simbol kemacetan penanganan sampah nasional.
Melainkan contoh keberhasilan transformasi lingkungan perkotaan.
Meski demikian, pernyataan Zulhas tetap memicu perdebatan.
Baca Juga: Panduan Lengkap Beli Tiket Api Kereta Bandung–Semarang untuk Libur Natal dan Tahun Baru 2026
Sebagian pihak menilai target dua tahun terlalu ambisius, mengingat volume sampah Jakarta yang mencapai 7.500 ton per hari.
Namun sebagian lainnya menilai ambisi besar memang diperlukan untuk memutus rantai masalah puluhan tahun ini.***




