POJOKSATU.id - Senyum lebar menghiasi wajah anak-anak penyintas bencana di wilayah Muara Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Tak jauh dari tempat mereka mengungsi di Stasi Santa Maria Bunda Allah, Paroki Pinang Sori, anak anak begitu girangnya mendapatkan dus berisi roti.

Bagi anak-anak penyintas bencana, menerima roti bukan sekadar mendapatkan makanan.

Bagi pembaca yang ingin ikut mengambil peran, silakan membuka tautan donasi melalui  teks ini ==> Gerakan Anak Negeri

Di tengah keterbatasan selama masa pengungsian, roti sederhana yang mereka terima terasa seperti hadiah berharga.

Senyum lebar, tawa riang, hingga antusias saat berebut mengambilnya menunjukkan betapa besar arti perhatian kecil dari relawan Gerakan Anak Negeri bagi mereka.

Tidak hanya mengambil satu. Beberapa anak bahkan tampak membawa lebih dari dua roti sambil tertawa riang bersama teman-temannya.

Baca Juga: Pemandangan Menyesakkan, Disaat Rumah Hanyut dan Warga Berjuang, Tapi Truk Sawit Tetap Lalu-Lalang di Aceh Tamiang

Momen sederhana itu menghadirkan kebahagiaan di tengah kondisi sulit yang mereka hadapi dalam masa pemulihan bencana.

Di momen tersebut, Penanggungjawab Gerakan Anak Negeri, Hazairin Sitepu, berinteraksi langsung anak-anak penyintas bencana.

Hazairin Sitepu tersenyum melihat tingkah polah anak-anak yang senang mendapatkan roti.

Bagi pembaca yang ingin ikut mengambil peran, silakan membuka tautan donasi melalui  teks ini ==> Gerakan Anak Negeri

Tak lupa, ia juga mengingatkan agar anak anak itu tetap menjaga lingkungan dengan membuang sampah di tempatnya.

"Dek.. dek, plastiknya jangan dibuang sembarangan," pesan Hazairin seraya memanggil anak-anak yang kegirangan menerima bungkusan roti.

Untuk diketahuI, relawan Gerakan Anak Negeri sudah turun ke lokasi bencana sejak 30 November 2025.

Selain memberikan layanan kesehatan, relawan juga memberian bantuan logistik bagi para korban terdampak.

Kegiatan kemanusiaan ini merupakan kolaborasi relawan GAN bersama Pemerintah Kabupaten Bogor dan Pemerintah Kota Bogor.***