POJOKSATU.id - Sebuah video yang diunggah oleh influencer TikTok asal Medan, @alehalehkhasmedandi, mendadak menyebar luas di media sosial.

Dalam video tersebut, ia mengaku mendapat perlakuan tidak ramah dari karyawan sebuah toko perlengkapan rumah tangga.

Wiego Houseware Marelan, saat hendak membeli kebutuhan untuk korban banjir.

Baca Juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Satgas Pengendalian Harga Beras SPHP Salurkan 6.434 Ton di Papua Raya

Kejadian ini langsung menyita perhatian publik karena menunjukkan cekcok antara karyawan dan konsumen yang terekam jelas dalam video.

 

Kronologi Lengkap: Dari Mau Belanja Bantuan Banjir, Berakhir Cekcok

Menurut penjelasan sang influencer, awalnya ia dan tim datang ke Wiego untuk membeli perlengkapan dapur yang akan disalurkan kepada warga terdampak banjir.

Baca Juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Satgas Pengendalian Harga Beras SPHP Salurkan 6.434 Ton di Papua Raya

Setelah memasuki area parkir resmi yang disediakan toko, mereka langsung masuk ke dalam untuk mencari barang yang diperlukan.

Saat mencari rak kompor portable, mereka menghampiri salah satu karyawan toko untuk meminta bantuan. Namun respons yang diterima justru membuat mereka kaget.

Pertanyaan sederhana, “Kak, di mana ya kompor portable?” dijawab karyawan dengan nada ketus, “Di belakang sana, lihat aja.” tulis dari kronologi.

Baca Juga: Harta Kepala BNPB Melonjak 5 Kali Lipat! Dari Rp 4,5 M Jadi Rp 25,26 M, Ini Detail Properti Mewahnya

Ketika diminta mengantar atau menunjukkan lokasi, karyawan tersebut hanya diam tanpa memberikan penjelasan apa pun.

Merasa dicueki, mereka pun berinisiatif mencari sendiri.

Belum selesai mencari, mereka justru mendengar pengumuman dari bagian informasi yang meminta mobil mereka dipindahkan.

Padahal, menurut mereka, mobil sudah diparkir di tempat resmi yang disediakan.

Baca Juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Satgas Pengendalian Harga Beras SPHP Salurkan 6.434 Ton di Papua Raya

Mereka kemudian mendatangi bagian informasi dan menjelaskan, “Sebentar ya kak, ini kami mau ambil barang dulu, nanti langsung bayar.”

Namun respons yang diterima lagi-lagi dianggap tidak sopan.

Pihak informasi disebut terus mendesak mereka memindahkan mobil meskipun posisi kendaraan tidak menghalangi apa pun.

Baca Juga: Solusi Honorer Makin Jelas! PPPK Jadi Jalur Utama, DPR Dorong Penguatan lewat Revisi UU ASN

Situasi semakin memburuk ketika mereka memutuskan tidak jadi belanja dan hendak meninggalkan toko.

Seorang karyawan perempuan yang sejak awal berinteraksi dengan mereka tampak memberikan tatapan jutek, bahkan ikut terlibat adu argumen dengan nada tinggi.

Dalam video, terlihat beberapa karyawan lain mencoba menenangkan wanita tersebut agar tidak terus berdebat.

Baca Juga: Harta Kepala BNPB Melonjak 5 Kali Lipat! Dari Rp 4,5 M Jadi Rp 25,26 M, Ini Detail Properti Mewahnya

 

Bukan Kejadian Pertama? Google Maps Diduga Penuh Keluhan Serupa

Hal yang membuat warganet semakin geram, influencer tersebut menyebut bahwa masalah pelayanan buruk di toko itu bukan kasus tunggal.

Ia mengajak publik melihat ulasan di Google Maps, di mana sudah banyak konsumen lain yang memberikan bintang satu dengan keluhan terkait sikap karyawan.

Komentar netizen pun membanjiri unggahan video.

Banyak yang mengatakan pelayanan seperti itu merugikan perusahaan dan menunjukkan kurangnya pelatihan standar operasional.

Bahkan ada yang menyebut, Salah pilih karyawan bisa bikin nama toko jatuh.

Baca Juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Satgas Pengendalian Harga Beras SPHP Salurkan 6.434 Ton di Papua Raya

Kasus ini terus viral karena dianggap menggambarkan pentingnya pelayanan yang baik dalam dunia retail.

Publik kini menunggu apakah pihak toko akan memberikan klarifikasi resmi.***