POJOKSATU.id - Fenomena kayu gelondongan kembali bikin heboh jagat maya.
Setelah publik masih ramai membahas tumpukan kayu besar yang terbawa arus banjir di Aceh beberapa waktu lalu.
Kini muncul kejadian serupa di pesisir Pantai Desa Bawozaua, Nias Selatan, Sumatera Utara.
Baca Juga: BCA Buka Lowongan Magang Bakti, Gaji Menarik dan Pelatihan Profesional Menanti
Warga dibuat terperangah karena garis pantai tiba-tiba dipenuhi kayu gelondongan dan serpihan kayu dalam jumlah yang luar biasa banyaknya.
Pemandangan itu muncul mendadak usai banjir besar melanda tiga provinsi di Sumatera.
Begitu air surut, masyarakat setempat mendapati hamparan kayu yang terdampar hingga menutupi sebagian bibir pantai.
Dari kejauhan, pesisir terlihat seperti lokasi penebangan massal yang tumpah ke laut.
Warga yang datang untuk melihat langsung tak bisa menahan rasa heran, bahkan beberapa menyebut fenomena ini yang “terparah” dalam beberapa tahun terakhir.
Tidak hanya soal jumlahnya, bentuk kayu-kayu tersebut juga memicu tanda tanya besar.
Baca Juga: BTN Syariah Kota Bekasi Sosialisasikan Program Pendanaan dan Pembiayaan kepada Koperasi
Banyak batang kayu yang terlihat rapi, halus, dan seolah sudah diolah bukan sekadar pohon tumbang alami yang tergerus banjir.
Serpihannya pun terlihat seperti sisa potongan industri, membuat kecurigaan publik makin liar.
Netizen langsung ramai menyerbu kolom komentar di berbagai akun media lokal, mempertanyakan dari mana asal kayu-kayu itu dan mengapa bentuknya seperti hasil olahan manusia.
Di sisi lain, warga dan pemerhati lingkungan mulai resah.
Kayu gelondongan dalam jumlah masif seperti ini bukan hanya mengotori pantai, tetapi dikhawatirkan dapat mengganggu ekosistem laut.
Baca Juga: BCA Buka Lowongan Magang Bakti, Gaji Menarik dan Pelatihan Profesional Menanti
Arus laut yang membawa kayu bisa merusak terumbu karang, menghambat jalur renang biota laut, hingga menjadi ancaman bagi nelayan yang melaut dalam kondisi gelombang tinggi.
Fenomena ini membuat publik berspekulasi. Ada yang menduga kayu-kayu tersebut hanyut dari gudang penyimpanan yang rusak karena banjir.
Ada pula yang meyakini bahwa ada aktivitas pembalakan liar di hulu yang terbongkar karena derasnya arus sungai saat banjir besar.
Baca Juga: BCA Buka Lowongan Magang Bakti, Gaji Menarik dan Pelatihan Profesional Menanti
Namun hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai asal-usul pasti kayu-kayu misterius tersebut.
Yang jelas, fenomena “invasi kayu gelondongan” ini menambah panjang daftar dampak ekologis yang muncul setelah bencana di wilayah Sumatera.
Para ahli menilai perlu dilakukan pemeriksaan serius untuk mengetahui sumber kayu, potensi pencemaran.
Baca Juga: Rakyat Gelap Gelapan, Bahlil Bilang Pulih! DPR: Jangan Bodohi Presiden!
Serta risiko kerusakan lingkungan yang mungkin terjadi dalam jangka panjang.
Warga berharap pemerintah segera turun tangan sebelum kayu-kayu itu terbawa arus lebih jauh atau menumpuk semakin banyak.
Netizen pun semakin ramai bersuara, menyebut fenomena ini sebagai “tanda tanya terbesar awal tahun” dan membandingkannya dengan kasus sebelumnya di Aceh.
Banyak yang menegaskan bahwa bentuk kayu yang rapi dan seragam menunjukkan bahwa ini bukan sekadar pohon tumbang biasa,
melainkan sesuatu yang patut diselidiki lebih dalam.***




