POJOKSATU.id, ACEH — Gubernur Jawa Barat melakukan road show bantuan bagi korban banjir di Pulau Sumatera mulai dari Padang Sumbar, Tapteng Sumut, dan saat ini menuju Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.
Tidak tanggung-tanggung, Dedi Mulyadi menyewa dua pesawat Susi Air untuk mengirimkan bantuan kepada korban bencana di Sumatera ini.
Selain mengirimkan bantuan senilai Rp 7 miliar, Dedi Mulyadi juga ingin menemui kakaknya di Aceh Tamiang bernama Dedeh yang hingga kini belum diketahui kabarnya.
“Kita kini menuju Aceh Tamiang. Saya mau menemui Teh Dedeh, saudara saya. Yang sampai sekarang belum bisa dihubungi teleponnya. Baru tahu alamatnya. Ternyata dia agak di pinggir jalan rumahnya di Perumahan BTN,” ujar Dedi Mulyadi dalam akun Instagram-nya @dedimulyadi71 seperti dilihat Sabtu (6/12).
Baca Juga: Ayo Bergerak! Gerakan Anak Negeri Turun Gunung Bantu Korban Banjir dan Longsor di Sumatera
Rombongan Dedi Mulyadi mendarat di salah satu bandara di Langsa Aceh.
Sebelumnya, di Kota Padang Sumbar, Dedi Mulyadi mengunjungi sejumlah daerah terdampak bencana di Kota Padang pada Kamis (4/12) termasuk di daerah Gunung Nago, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.
KDM sempat belanja kebutuhan pokok masyarakat di salah satu toko di Pasar Raya Kota Padang.
Setelah dari Padang, Kang Dedi Mulyadi atau KDM lalu naik pesawat menuju Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Sibolga dengan naik pesawat Susi Air pada Jumat (5/12).
Baca Juga: Viral WNI Main ‘Padel’ di Area Pemakaman Jepang, Netizen Langsung Geram Sebut Bikin Malu!
Bantuan diserahkan pada Jumat di dua daerah di Sumut tersebut. Di Tapteng, KDM sempat naik helikopter bersama Bupati Tapteng Masinton Pasaribu meninjau lokasi longsor dan banjir dari udara.
KDM memberikan pesan-pesan bahwa hutan adalah sumber kehidupan dan kesejahteraan. Jangan lahan itu selalu digunakan untuk perkebunan kelapa sawit.
“Pesannya satu. Hutan itu adalah rumah kita. Hutan adalah sumber air dan sumber kesejahteraan lainnya. Kedua, tanam padi itu penting. Kalau semua dijadikan sawit, hutan hilang padi hilang, banjir dimana-mana,” tegasnya.
“Hilangkan keserakahan. Dari dulu nenek moyang kita sudah hidup bahagia dan sejahtera tanpa sawit,” jelasnya.
Diketahui, bantuan yang berhasil dihimpun Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama berbagai pihak mencapai Rp7 miliar.
Bantuan tersebut berasal dari Kadin, Korpri Jabar, Baznas, BJB, Apindo, serta kontribusi pribadi sang gubernur.
"Bantuan datang dari Kadin, Korpri Jabar, Baznas, BJB juga Apindo, dan dari saya pribadi," ujar Dedi saat ditemui di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (2/12/2025).***




