POJOKSATU.id, ACEH— Ustad Salim A Fillah atau Arif Nursalim bersama tim terus memberikan bantuan kepada korban bencana banjir di Aceh, Sabtu (6/12/2025).

Kondisi masyarakat di Aceh Tamiang usai hari ke-10 bencana masih memprihatinkan. Semuanya serba kekurangan, termasuk posko kemanusiaan.

Ustad Salim menangis melihat kondisi warga di sana sepanjang jalan ketika mereka memasuki kota itu.

“Hari ini hari ke 10, sepanjang jalan kami nangis melihat kondisi di Aceh Tamiang,” tulis Ustad Salim dalam unggahan videonya di Instagram @salimafillah_official.

Baca Juga: Viral! Bupati Aceh Selatan Pergi Umrah Saat Daerahnya Banjir, Mirwan MS Kini Dipecat Dari Kursi Gerindra!

“Tolong fokus Aceh. Mereka selamat dari banjir bandang tapi masih berjuang dari lelah dan kelaparan,” tulis Salim dalam caption videonya.

Dalam video itu terlihat antrian warga di tengah kota hingga memanjang lebih 100 meter.

Sementara kondisi kota terlihat porak-poranda, dimana mobil-mobil banyak terguling di jalan dan dibiarkan begitu saja.

“Sedikit sekali posko kemanusiaan. Sedikit sekali tim medis. Sedikit sekali air bersih. Sedikit sekali makanan. Sedikit sekali media meliput. Tolong semua berangkat ke Aceh,” pinta Salim.

Baca Juga: Chiki Fawzi Ungkap Banyak Warga Aceh Meninggal Kelaparan, Pemerintah Diminta Gerak Lebih Cepat

Hari ini, Sabtu, mereka akan membuat 4 posko, 1 posko pusat yang akan bergerilya menyusuri daerah terpencil.

“Tim saya dari Jogja juga sudah berangkat, kami all out. Tapi tolong temani kami,” ujarnya.

Beberapa komentar netizen berusaha menguatkan tim Salim A Fillah.

“Captionnya: Kami sudah all out tapi tolong temani kami. Ustadz kami mendoakan terus, dan ya Allah tolong untuk saat ini gerakan hati para pejabat itu untuk menolong Aceh,”kata akun @meiradeli5.

“Ini padahal di kota ustad, wilayah dalam lebih banyak, daerah saya termasuk tengah, yang nyaris gak ada bantuan,” kata salah seorang warga Aceh Tamiang @rico_yuza mengomentari ini.

Terancam Mati Kelaparan

Gubernur Aceh Muzakkir Manaf cemas dengan kondisi Aceh saat ini. Dia khawatir warga banyak mati kelaparan karena bantuan tak kunjung datang.

"Kondisi pengungsi sangat membimbangkan, mereka mati bukan karena banjir tapi mati karena kelaparan, itu saja," kata Mualem kepada wartawan, Sabtu (5/12/2025).

Dia mengatakan Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara dan sebagian Bireuen menjadi daerah terparah terdampak banjir. Saat ini paling dibutuhkan pasokan sembako dan air bersih.

"Masyarakat sangat membutuhkan sembako terutama di pedalaman belum terjamah," jelasnya.***