POJOKSATU.id, TAPTENG—Hingga hari ke-11 bencana banjir bandang dan longsor di tiga provinsi di Sumut, Sumbar dan Aceh, banyak daerah belum terima bantuan.

Konten kreator asal Pematangsiantar, Petro Gultom, tak mau menunggu pagi. Timnya bergerak terus memberikan bantuan kepada warga di Tapteng pada tengah malam.

Tidak saja Petro Gultom, Gubernur Aceh Muzakkir Manaf juga tak mau menunggu pagi, disebabkan kebutuhan warga yang mendesak, tengah malam mereka bekerja.

Aktivitas Petro Gultom yang memberikan bantuan pada tengah malam ini bisa dilihat di akun Instagram miliknya @petrogultom1.

“Masuk ke desa yang rumah mereka sudah penuh tanah dan hancur,” ujar Petro memberikan judul dalam videonya seperti dilihat Jumat (5/12).

Baca Juga: Internet Rakyat Surge Resmi Meluncur! Internet Unlimited 100 Mbps Cuma Rp100 Ribu

Petro menyebut, desa yang mereka tuju belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah dan pihak lain selama hampir dua minggu bencana.

Dari tayangan video terlihat rumah penduduk di sana hancur ditimbun material longsor. Tim Petro memberikan bantuan hanya diterangi senter.

“Aku heppy Tuhan melakukan ini. Mereka senang sekali kedatangan kami seperti anak yang menungu orang tuanya datang membawa makanan,” jelasnya.

Terlihat Petro membawa satu truk colt diesel berisi bantuan berupa beras dan sembako.

Baca Juga: 43 Cagar Budaya Rusak Diterjang Banjir dan Longsor, 34 Aceh, 7 Sumut, 2 Sumbar, Menbud: Revitalisasi Jadi Prioritas

Beberapa konten Petro berisi pemberian bantuan kepada para korban bencana di Sumut baik Tapsel, Tapteng, Sibolga dan daerah lainnya.

Muallem Tembus Aceh Tamiang

Gubernur Aceh Muzakkir Manaf atau akrab disapa Muallem juga memberikan bantuan tengah malam kepada warga terdampak bencana banjir dan longsor di wilayahnya.

Dari unggahan di Instagram, terlihat Muallem dan rombongan memberikan bantuan ke Aceh Tamiang hingga dinihari.

Muallem menerobos Aceh Tamiang pada Rabu (3/12/2025) malam untuk menyalurkan bantuan. Berangkat dari Lhokseumawe dan tiba sekitar pukul 23.00 WIB.

“Kami bergerak dalam gelapnya malam dengan listrik yang belum pulih dan jalan yang masih penuh lumpur. Saya membagikan bantuan hingga pukul 03.15 WIB,” ujar Muallem.

Di Kampung Dalam, Karang Baru, dia menyaksikan rumah-rumah hancur dan hanya tersisa fondasi. Di sana dia menyalurkan 30 ton sembako dari warga Medan.

“Saya juga mendengar cerita bagaimana penyintas Wahyu Putra Pratama selamat dari musibah tersebut,” ujarnya.

Dalam perjalanan kembali ke arah Langsa, bantuan juga mereka sebarkan kepada para pengungsi di pinggir jalan Banda Aceh–Medan.

“Saya menyampaikan duka mendalam untuk para korban dan berharap rakyat Aceh tabah menghadapi musibah ini. Kami masih kewalahan soal air bersih dan elpiji, tapi dalam beberapa hari akan menyusul,” ujar Gubernur Aceh.***