POJOKSATU.id, ACEH—Sudah seminggu pengungsi banjir dan longsor di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, menderita akibat lambatnya penanganan bencana pemerintah pusat.
Seorang pengungsi di Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, Rizki, mengaku bantuan yang masuk ke daerahnya masih minim dan tidak menjangkau semua pengungsi yang jumlahnya lebih 36.000 orang.
Pengungsi sudah kelaparan, terpaksa minum air keruh bekas banjir. Jenazah di sana juga dibiarkan, belum bisa dikuburkan.
"Pengungsi yang tidak dapat bantuan kondisinya kelaparan, tolong kami bang, kami dari kemarin minum air keruh dari sungai," kata Rizki melalui sambungan telepon kepada wartawan, Rabu (3/12).
Seorang warga Kuala Simpang, Kecamatan Kota Lintang, Kabupaten Aceh Tamiang, Dek Muna mengungkap kondisi memprihatinkan pasca bencana hingga Senin ((1/12/2025).
Disebutnya banyak jenazah yang belum tertangani di masjid dan lokasi lain, bahkan seorang bayi ditemukan mengambang di lokasi banjir.
Dek Muna menjelaskan bahwa ia bersama puluhan warga lain mengungsi di sebuah ruko bertingkat di kawasan Pasar Kota Lintang.
Sementara itu Juru Bicara Pemkab Aceh Tamiang, Agusliayana Devita, membenarkan saat ini daerah itu masih belum kondusif dan sejumlah kecamatan masih terputus akses melalui darat.
"Kondisi masih belum kondusif, masih banyak yang di pengungsian, karena rumahnya banyak yang hilang dan rusak parah, serta masih banyak genangan lumpur," kata Agusliayana saat dihubungi via telepon oleh wartawan.
Ia membenarkan sebagian pengungsi yang terisolir dan minim bantuan logistik karena akses terputus, memilih untuk minum air genangan.
"Bukan air bekas banjir, tapi air sungai, dan air hujan yang masih tergenang, namun keruh tidak jernih, karena kalau air banjir sudah pada surut saat ini," katanya.
Jumlah Korban Banjir
Dari penjelasan Juru Bicara Pemkab Aceh Tamiang, Agusliayana Devita, jumlah korban meninggal di Aceh Tamiang hingga Rabu sore (3/12) pukul 17.00 WIB, mencapai 40 orang.
Sementara jumlah warga yang mengungsi mencapai 53.835 kepala keluarga atau 215.652 jiwa yang tersebar di berbagai kecamatan.***



.webp)
