POJOKSATU.ID – Pemerintah Pusat menunjukkan keseriusan dalam penanganan darurat pascabanjir bandang di Kutacane, Aceh Tenggara, dengan kunjungan langsung dari Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono.
Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa bantuan dan penanganan bagi para pengungsi berjalan optimal, baik bagi mereka yang berada di shelter resmi maupun yang mengungsi secara mandiri.
Dalam tinjauannya ke posko pengungsian di Desa Tanah Merah, Kecamatan Badar, Wamensos Agus Jabo menekankan bahwa tugas utama Kementerian Sosial adalah menjamin terpenuhinya kebutuhan seluruh korban.
Sejak masa tanggap darurat, Kemensos telah mengirimkan berbagai bantuan logistik esensial, seperti tenda, selimut, kasur, serta pakaian untuk anak-anak dan ibu.
Baca Juga: Pengumuman Resmi: Seleksi PPPK Tenaga Kependidikan di Sekolah Rakyat Kemensos RI Tahun 2025 Dibuka!
Secara khusus, Wamensos memantau operasional dapur umum di Kutacane yang dikelola oleh tim gabungan.
Dapur umum tersebut beroperasi efektif, mampu memproduksi 1.500 bungkus makanan siap santap dalam sekali proses masak, sehingga total 3.000 bungkus makanan dapat disiapkan untuk kebutuhan makan siang dan malam bagi para penyintas.
Pelayanan dapur umum ini didukung oleh berbagai unsur seperti Taruna Siaga Bencana (Tagana), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), dan SDM Program Keluarga Harapan (PKH).
Wamensos juga menginstruksikan agar kebutuhan mendesak yang muncul di lapangan segera dikomunikasikan melalui Dinas Sosial setempat untuk ditindaklanjuti dan dikoordinasikan dengan Kemensos.
Baca Juga: KEJOG 2025 Gojek Viral! Intip Status Julukan Kocak yang Bikin Ngakak!
Selain menyalurkan logistik secara langsung, Kemensos juga menerapkan skema dukungan melalui Dinas Sosial.
Mekanismenya, bahan pokok akan dikirimkan, lalu dinas dapat membelanjakannya di lokasi, dan biaya tersebut kemudian akan diganti (direimburse) oleh Kemensos.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Wamen PUPR), Diana Kusumastuti, turut meninjau kerusakan infrastruktur yang diakibatkan oleh bencana.
Ia menyatakan keprihatinan mendalam atas terputusnya dua jembatan utama akibat banjir bandang pekan lalu.
Kerusakan ini dinilai sangat berdampak negatif pada konektivitas dan pergerakan ekonomi masyarakat setempat.
Wamen PUPR memastikan bahwa Pemerintah akan bersinergi untuk segera memperbaiki seluruh infrastruktur yang rusak.
Saat ini, tim PUPR sedang mengidentifikasi tingkat kerusakan di Kutacane dan wilayah terdampak lainnya.
Dengan status darurat, Kementerian PUPR berupaya menentukan langkah paling cepat dengan target penyelesaian perbaikan dalam waktu tiga hingga empat bulan ke depan.
Baca Juga: KEJOG 2025 Gojek Viral! Intip Status Julukan Kocak yang Bikin Ngakak!
Bupati Aceh Tenggara, Raidin Pinim, yang turut mendampingi rombongan kementerian, menyampaikan apresiasi tinggi atas perhatian langsung dari Pemerintah Pusat.
Sebelumnya, Presiden Prabowo, didampingi oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, dan Kepala BNPB Suharyanto, telah meninjau Jembatan Pante Dona dan posko pengungsian di Kecamatan Bukit Tusam.
Kunjungan Wamensos dan Wamen PUPR kemudian dilanjutkan bersama Bupati untuk meninjau lokasi lain, termasuk Jembatan Mbarung, Jembatan Natam, area dapur umum, serta Pesantren Darul Ulum yang juga mengalami kerusakan dan menelan korban jiwa.
Bupati Raidin Pinim berharap masyarakat tetap bersabar karena Pemerintah Pusat menunjukkan keseriusan yang tinggi dalam menangani penderitaan rakyat akibat bencana ini.***
Baca Juga: Pengumuman Resmi: Seleksi PPPK Tenaga Kependidikan di Sekolah Rakyat Kemensos RI Tahun 2025 Dibuka!
Silahkan akses artikel lainnya melalui apps kami:
Baca informasi menarik lainnya dari penulis: Ferdy Wamala




