POJOKSATU.id – Sebuah video kembali menggegerkan media sosial dan memantik keprihatinan publik.
Dalam rekaman yang beredar luas itu, tampak suasana banjir di Sumatera masih menggenangi sebuah kawasan pemukiman.
Air kecokelatan mengalir pelan di depan rumah-rumah, menunjukkan kondisi warga yang belum pulih dari bencana.
Namun perhatian netizen justru tertuju pada sosok seorang anak kecil yang duduk di pinggir rumah sambil memegang sebungkus nasi.
Tanpa suara, tanpa keluhan, ia makan dengan sangat lahap.
Gerakan tangannya cepat, sesekali berhenti untuk menelan, lalu kembali menyuap seolah takut makanannya habis terlalu cepat.
Baca Juga: Disapu Banjir, Rumah Warga Rata! Tapi Masjid Ini Berdiri Kokoh Seperti Tak Tersentuh
Video itu semakin menyebar setelah muncul narasi yang menyebut bahwa nasi bungkus tersebut adalah.
Makanan pertama yang ia santap setelah tujuh hari bertahan tanpa bantuan.
Meski klaim itu belum bisa dikonfirmasi kebenarannya, banyak warganet yang mengaku terpukul melihat cara sang anak menikmati makanannya.
Baca Juga: Kabar Baik! Tunjangan Khusus Guru Madrasah 3T Sudah Cair, Cek Rekening yang Terdaftar
Tak butuh waktu lama, kolom komentar di berbagai platform langsung dipadati reaksi emosional.
Banyak yang merasa pilu, mengaku tak sanggup menonton video tersebut hingga akhir.
Tak sedikit pula yang menyuarakan kemarahan dan mempertanyakan keberadaan pihak berwenang selama banjir berlangsung.
Netizen ramai menyindir para pejabat yang dinilai lambat memberi bantuan.
Ada pula yang mengatakan bahwa anak-anak seharusnya menjadi prioritas utama dalam distribusi logistik.
Meski begitu, sejumlah pengguna lain mengingatkan agar publik tetap berhati-hati mencerna narasi yang menyertai video viral.
Dalam banyak kasus, caption yang dramatis kerap tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
Baca Juga: Selamat Jalan Kang Mus, Begini Kisah Hidup Epy Kusnandar yang Bikin Banyak Orang Kangen
Namun terlepas dari benar atau tidaknya klaim tersebut, hampir semua netizen sepakat bahwa potongan video itu tetap menyayat hati.
Pemandangan seorang anak kecil makan di tengah banjir, dengan ekspresi yang menggambarkan rasa lapar tak tertahankan.
Menjadi simbol betapa rapuhnya masyarakat saat bencana melanda.
Video ini seperti mengetuk kesadaran bahwa penanganan bencana tidak hanya soal evakuasi dan data kerusakan.
Tetapi juga soal memastikan setiap warga terutama anak-anakmendapat kebutuhan dasar dengan cepat.
Warganet berharap kejadian serupa tidak terulang dan distribusi bantuan dapat berlangsung lebih sigap.
Bagi banyak orang, video ini bukan sekadar viral, tetapi pengingat bahwa di balik banjir yang terlihat di permukaan
Ada cerita-cerita kecil yang kerap terlewatkan, namun begitu menggugah nurani.***




