POJOKSATU.ID - Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menegaskan.

Bahwa tidak ada satu pun wilayah di Sumatra yang benar-benar terisolasi akibat bencana banjir dan longsor yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Pernyataan tersebut ia sampaikan usai menghadiri agenda di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Selasa (2/12/2025).

Baca Juga: Cerita Korban Selamat Banjir Bandang Tapanuli Selatan, Setengah Jam Hanyut cuma Bertahan dengan Pelepah Sawit, Berenang 100 Meter ke Daratan

Syafii menjelaskan bahwa yang terputus hanyalah akses jalur darat, terutama di daerah-daerah yang mengalami longsor besar atau banjir dengan debit air tinggi.

Namun, hal itu tidak menghambat upaya Basarnas dalam menjangkau titik-titik terdampak, karena operasi penyelamatan dapat dilakukan melalui jalur udara dan laut.

“Tidak ada daerah yang terisolasi. Akses darat memang banyak yang terputus, tetapi semua wilayah bisa kami jangkau melalui udara dan laut,” ujarnya. dikutip pojoksatu.id dari Instagram @Kompascom

Baca Juga: Serius Tekan Gas Rumah Kaca, Pemkot Depok Dinobatkan sebagai Pembina Proklim Terbaik Nasional

Ia menegaskan, Basarnas sudah mengerahkan helikopter, kapal, serta tim penyelam untuk menembus lokasi yang sulit dicapai menggunakan kendaraan darat.

Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra dalam beberapa hari terakhir memicu keadaan darurat.

Ribuan warga mengungsi, puluhan korban meninggal dunia, dan banyak rumah serta fasilitas umum rusak parah.

Beberapa titik mengalami kerusakan jalan yang menghambat distribusi bantuan, membuat kebutuhan logistik harus dikirim menggunakan jalur alternatif.

Baca Juga: Akses Medan-Aceh Tamiang Mulai Pulih, Distribusi Logistik Banjir Tancap Gas

Syafii menuturkan bahwa tim SAR gabungan terus melakukan pemantauan lapangan dan bergerak cepat untuk mengevakuasi warga yang masih terperangkap di rumah atau lokasi rawan.

Helikopter dikerahkan untuk menurunkan bantuan makanan, air bersih, obat-obatan, serta mengevakuasi warga ke titik aman.

Sementara itu, kapal SAR digunakan untuk menjangkau daerah pesisir dan wilayah yang dekat dengan perairan.

Baca Juga: Tolong! Tapanuli Selatan Kelangkaan BBM, Bupati Sudah Angkat Tangan, Penanganan Bencana Makin Sulit

Ia juga memastikan bahwa koordinasi antara Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan berbagai relawan berjalan intensif.

Setiap laporan dari masyarakat langsung direspons oleh tim lapangan yang siaga di sejumlah pos utama.

“Semua permintaan bantuan kami terima, dan tim di lapangan terus bekerja tanpa henti karena situasi di Sumatra membutuhkan penanganan cepat,” kata Syafii.

Meski begitu, ia mengakui bahwa skala bencana kali ini cukup besar.

Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis di Depok Diperluas, Ibu Hamil hingga Anak Jalanan Masuk Daftar Penerima

Curah hujan ekstrem di beberapa provinsi membuat aliran sungai meluap dan menyebabkan banjir bandang.

Longsor juga terjadi di daerah perbukitan, menimbun rumah warga dan memutus akses utama.

Basarnas mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan mengikuti arahan petugas setempat.

Mengingat potensi hujan masih tinggi, masyarakat diminta segera menuju titik evakuasi apabila kondisi lingkungan menunjukkan tanda-tanda bahaya.

Baca Juga: Pemprov Banten Siaga Natal–Tahun Baru, Tambah Posko, Kerahkan 760 Personel Dan 126 Alat Berat

Sementara itu, kebutuhan bantuan masih tinggi di banyak wilayah.

Warga mengeluhkan minimnya air bersih, makanan, dan selimut, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Pemerintah daerah bersama tim nasional terus mempercepat distribusi bantuan agar warga terdampak tidak kekurangan kebutuhan dasar.

Dengan penegasan Basarnas bahwa tidak ada daerah yang terisolasi, diharapkan penyaluran bantuan dapat berlangsung lebih lancar dan merata.

Upaya ini menjadi penting untuk memastikan seluruh warga di wilayah terdampak mendapatkan pertolongan secepat mungkin.***