POJOKSATU.id, JAKARTA—Ratusan orang meninggal dunia akibat bencana longsor dan banjir bandang di Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Aceh dan Sumatera Barat (Sumbar).

Namun hingga empat hari pasca bencana atau Jumat (28/11) belum ada penetapan ini merupakan bencana nasional.

Banjir dan longsor yang terjadi sejak Selasa (25/11) menyebabkan 177 orang meninggal di tiga provinsi ini. Sementara sebanyak 79 orang masih hilang dan ribuan KK mengungsi.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengungkap alasan pemerintah belum menetapkan bencana banjir dan longsor di Pulau Sumatera sebagai bencana nasional.

Baca Juga: Prabowo Janji Bangun 300 Ribu Jembatan! Publik Bingung Mimpi Besar atau Janji Langit?

Menurut Suharyanto, bencana ini masih masuk kategori bencana daerah tingkat provinsi.

“Status bencana nasional yang pernah ditetapkan oleh Indonesia itu kan Covid-19 dan Tsunami Aceh 2004,” ucap Suharyanto dalam konferensi pers yang disiarkan di kanal YouTube resmi BNPB, Jumat, 28 November 2025.

Sejumlah bencana seperti Gempa Palu, Gempa Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Gempa Cianjur tidak ditetapkan sebagai bencana nasional.

Suharyanto mengatakan, penetapan status bencana nasional juga melalui pelbagai pertimbangan, salah satunya dari skala korban.

Sementara situasi bencana di Sumatera saat ini, menurut dia, belum mencapai ambang penetapan status bencana nasional.

Baca Juga: Viral! Dua Hari Terjebak Banjir, 100 Siswa dan Guru di Aceh Baru Bisa Diselamatkan Basarnas

Namun ia memastikan bahwa situasi di banyak wilayah sudah lebih terkendali ketika hujan sudah berhenti.

Ia juga menjelaskan, bencana di tiga wilayah itu tampak mencekam ketika informasi tersebar di media sosial.

Ratusan Korban Tewas

Sementara di Sumut, jumlah korban meninggal sebanyak 116 orang. Sementara dalam pencarian sebanyak 42 orang.

"Tentu data ini akan berkembang terus, karena masih ada titik-titik yang belum bisa ditembus karena masih dalam proses penanganan yang diindikasikan di tempat longsor yang belum bisa tembus itu kemungkinan ada korban jiwa," kata Suharyanto dalam jumpa pers yang disiarkan akun YouTube BNPB, Jumat.

“Sekarang yang menjadi hal yang sangat serius tinggal Tapanuli Tengah,” ujar dia.

Per Jumat sore, sebanyak 12.546 kepala keluarga di Sumut mengungsi akibat bencana ini.

Suharyanto menyebut untuk wilayah Aceh, korban tewas karena banjir dan longsor sebanyak 35 orang. Kemudian 25 orang lainnya masih hilang, 8 luka-luka.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii melalui akun Instagram Basarnas seperti dilihat, Jumat (28/11/2025) menyebutkan, di sumbar sebanyak 26 orang meninggal dunia. Dan masih dalam tahap pencarian sebanyak 12 orang.***