POJOKSATU.id, JAKARTA—Diplomat Kemlu, Arya Daru Pangayunan, yang tewas di kamar kosnya di kawasan Menteng, Jakpus, Selasa (8/7/2025), ternyata nginap bareng teman sekantornya Farah sebanyak 24 kali.

Data check-in Arya Daru bersama Farah ini terungkap dari penyelidikan polisi terhadap resepsionis, security, dan platform pemesanan hotel secara online.

Kuasa hukum keluarga Arya Daru pun meminta polisi melakukan pendalaman penyelidikan kepada Farah, teman sekantor dari Arya Daru Pangayunan ini.

Fakta ini diungkap sendiri oleh Tim Kuasa Hukum Keluarga Arya Daru Pangayunan usai melakukan audiensi dengan tim penyidik Polda Metro Jaya di Gedung Ditreskrimum Polda Metro, Rabu (26/11/2025) lalu sejak pukul 13.00 WIB hingga jam 16.30 WIB.

Audiensi ini diinisiasi tim penyidik Polda Metro Jaya untuk memberikan perkembangan penyidikan kepada pihak keluarga Arya Daru Pangayunan.

Baca Juga: Empat Sidik Jari di Lakban Diplomat Arya Daru, Fakta Baru yang Bikin Kasus Makin Rumit

"Yang jelas dikatakan bersama wanita yaitu Farah. Kira-kira terjadi sejak 2024 awal sampai 2025," kata Kuasa Hukum Keluarga Arya Daru, Nicholay Aprilindo, dikutip dari Youtube Sindonews, Kamis (27/11).

"Selama satu tahun berapa kali,” tanya wartawan dalam podcast itu.

“Ya sekitar ada 24 kali di wilayah Jakarta," kata Kuasa Hukum Keluarga Arya Daru ini.

Atas dari hasil pertemuan itu, pihak keluarga Arya Daru meminta kasus kematian yang dianggap misterius ini bisa dinaikan statusnya ke tahap penyidikan.

"Makanya saya minta diperdalam, karena dari pihak keluarga bersedia menerima semua apa yang berarti ke depan, fakta yang terungkap, dari pihak keluarga," sambung Nicholay.

Baca Juga: Air Matanya Tumpah, Istri Arya Daru Mohon Keadilan dari Presiden, Suaminya Orang yang Baik 

Menurutnya, segala suatu penyebab yang memungkinkan timbulnya motif atas dugaan kematian Arya Daru ini wajib digali oleh polisi.

“Ternyata informasi yang dikatakan privacy itu tidak seheboh yang diperkirakan masyarakat. Itu hanya informasi check-in, dan itu pun 24 kali dari 2024 sampai Juni 2025. Yang dijelaskan, almarhum check-in bersama seorang wanita bernama Farah,” paparnya.

Menurut penyidik, data check-in itu berasal dari tiga sumber yaitu resepsionis, security, dan platform pemesanan online.

Namun, menurut Nicholay, belum ada penjelasan pasti terkait tujuan check-in ke hotel tersebut.

Kuasa hukum ingin polisi mendalami tujuan nginap bareng ini dengan mendalami keterangan dari Farah sendiri.

“Dikatakan almarhum pernah check-in dan sebagainya. Tapi tidak diketahui pasti check-in ini untuk apa? Untuk siapa? Yang jelas dikatakan itu bersama seorang wanita bernama Farah,” katanya.

“Makanya kami minta untuk diperdalam pemeriksaan terhadap Farah,” kata Nicholay lagi.

Diplomat muda Kemlu Arya Daru Pangayunan ditemukan tewas di kamar indekosnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, 8 Juli 2025 lalu.***