POJOKSATU.id, SIDIMPUAN—Selama dua hari, 10 siswa SMKN 3 Padang Sidimpuan bersama satu orang guru terjebak di tengah longsor di Batujomba, Sipirok, Tapsel, Sumut.
Mereka menyelamatkan diri dengan keluar dari mobil dan menuju tempat yang lebih tinggi atau bukit dan bertahan di sana selama dua hari dua malam sejak Selasa (25/11) hingga Rabu (26/11).
Momen mereka naik ke bukit berupaya menyelamatkan diri terekam dalam video yang diunggah di Facebook@ Sisupirmotor.
“Kisah heroik rombongan guru dan murid SMK N 3 Padangsidimpuan menghindari dari musibah longsor 25-11-2025 di Batu jomba Sipirok saat pulang dari Medan menuju Padangsidimpuan,” jelas narasi dalam video @Sisupirmotor seperti dilihat Kamis (27/11).
Baca Juga: Empat Sidik Jari di Lakban Diplomat Arya Daru, Fakta Baru yang Bikin Kasus Makin Rumit
“Alhamdulillah mereka semua selamat dan sudah sampai di Padangsidimpuan. Rombongan SMKN 3 ini ada 2 rombongan, dan 1 rombongan lagi mengungsi ke rumah rumah penduduk,” ujar akun ini lagi.
Dari rekaman video terlihat, siswa dan siswi ini nekat melintasi tanah yang telah longsor dan berlumpur dengan bergandengan tangan.
Sementara mobil-mobil terlihat banyak yang terjebak di kawasan yang mereka lintasi. Mobil ini terseret longsor ke jurang. Ada puluhan mobil yang terserer longsor.
“Ya Allah Ya Robbi. Tak menyangka ibu sampai parah begini, banyak mobil rupanya yang terjebak,” kata perekam video yang dipanggil ibu guru ini.
Baca Juga: Update Terbaru Jumlah Korban Banjir Bandang Tapsel, 15 Orang Meninggal di Tiga Kecamatan
Durasi video ini cukup lama yaitu 4 menit 20 detik berisi momen para siswa dan guru ini berusaha menerabas longsor di Batu Jomba Sipirok.
Dievakuasi Petugas 9 Jam
Mereka berhasil dievakuasi petugas SAR dan BPBD Padangsidimpuan pada Rabu (26/11) dan langsung dibawa ke rumah dinas Walikota Psp. Mereka berhasil dievakuasi petugas setelah 9 jam.
Peristiwa tersebut berawal ketika 10 orang siswa ditambah satu orang guru pendamping berniat mau pulang ke Padangsidimpuan setelah menyelesaikan tugas PPL di Kota Medan.
Proses kepulangan mereka dari Kota Medan awalnya berjalan lancar. Namun, setelah sampai ke Batu Jomba, tiba-tiba longsor terjadi, baik dari arah depan maupun belakang.
Setelah menunggu beberapa menit, mereka akhirnya memutuskan untuk keluar dari dalam mobil untuk mencari tempat yang lebih aman.
Para siswa tersebut tidak ada pilihan lain, selain naik ke atas bukit yang ada di sekitar Batu Jomba.
Dengan tekad yang kuat demi terhindar dari mara bahaya, 10 orang siswa ditambah 1 orang guru tersebut akhirnya sampai di atas bukit. Di sana, mereka mencari jalan keluar sembari berdoa.
“Alhamdulillah, atas izin Tuhan, semua siswa berhasil dibawa pulang dengan selamat,” ungkap Raja, salah seorang personel BPBD Padangsidimpuan kepada wartawan, Kamis (27/11).
Dikatakan Raja, pada Rabu (26/11), mereka dapat perintah dari pimpinan untuk menjemput dan menyelamatkan 10 orang siswa SMKN 3 Padangsidimpuan yang terjebak longsor di Batu Jomba, Tapsel.
Dengan berbagai persiapan, 7 orang personel BPBD Padangsidimpuan langsung menuju lokasi. Di lokasi, mereka dibantu personel TNI/Polri.
“Saat itu kami menjelaskan kepada tim yang disana bahwa ada 10 orang pelajar dari Padangsidimpuan yang terjebak. Mendengar penjelasan kami, merek langsung membantu,” tuturnya. ***




