POJOKSATU.ID - Karyawan pabrik boneka di Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, dibuat panik setelah puluhan pekerja mendadak histeris.

Diduga mengalami kesurupan massal, Senin 24 November 2025.

Kejadian tersebut membuat sebagian besar pegawai berhamburan meninggalkan gedung produksi karena ketakutan.

Peristiwa itu terjadi pada dua rentang waktu, sekitar pukul 09.00 WIB dan berlanjut sekitar pukul 10.00 WIB.

Baca Juga: Tragis! Mobil Damkar Harus Didorong, Bagaimana Jika Api Membesar?

Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, terlihat para karyawan berlari meninggalkan area produksi sambil berteriak, sementara beberapa lainnya menangis histeris.

Video lain menunjukkan petugas keamanan serta pegawai yang lain berupaya mengevakuasi karyawan yang terkulai lemas atau menjerit-jerit tidak terkendali.

Suasana pabrik sempat kacau, dengan sebagian pekerja memilih menunggu di luar sambil menenangkan diri.

Kapolsek Sukaluyu, AKP Akhmad Tri Lesmana, membenarkan kejadian tersebut.

Baca Juga: Belum Lolos Magang Batch 2? Batch 3 Kemnaker Resmi Dibuka, Buruan Daftar Mulai 4 Desember 2025

Setelah menerima laporan, pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi untuk memastikan situasi.

Akhmad mengatakan, anggota langsung ke lokasi begitu mendapatkan informasi adanya kesurupan massal.

Total ada 30 karyawan yang mengalami gejala serupa,” ujarnya, Senin 24 November 2025.

Menurut Akhmad, mereka yang mengalami histeris langsung dipulangkan agar mendapatkan pertolongan dan pemulihan.

Sementara itu, karyawan lain yang tidak terdampak melanjutkan aktivitas bekerja setelah situasi dinyatakan aman.

“Tidak diliburkan. Begitu yang histeris dievakuasi dan ditenangkan, karyawan lainnya tetap bekerja,” jelasnya.

Pihak perusahaan turut angkat bicara mengenai penyebab kejadian tersebut.

Staff General Affair PT Aurora Aji Iksan menjelaskan bahwa awal mula kepanikan terjadi ketika salah satu pekerja diduga jarinya tertusuk jarum saat tengah bekerja.

Baca Juga: Berapa Gaji Pensiunan Golongan I–IV Desember 2025? Ini Rincian Lengkapnya Berdasarkan PP 8/2024

Insiden kecil itu ternyata memicu reaksi berantai. Pekerja tersebut berteriak karena kesakitan, membuat karyawan lain kaget dan ikut panik.

Dalam situasi tersebut, beberapa pekerja lain kemudian ikut histeris hingga diduga mengalami kesurupan.

Memang benar tadi ada kesurupan. Tapi penyebab pastinya kami belum tahu.

Katanya ada yang kena tusuk jarum, kemudian teriak, dan yang lain ikut-ikutan panik,” tutur Iksan.

Baca Juga: Bupati Purwakarta Serahkan Kartu BPJS Ketenagakerjaan

Ia menjelaskan bahwa peristiwa itu berlangsung selama kurang lebih satu jam sebelum akhirnya situasi bisa dikendalikan kembali.

Selama periode itu, sejumlah pegawai menangis, gemetar, atau menjerit tanpa jelas.

“Kira-kira satu jam ricuhnya, ada yang teriak, ada yang nangis karena takut,” katanya.

Meski penyebab pasti belum diketahui, fenomena kesurupan massal kerap dikaitkan dengan faktor psikologis, stres kerja, hingga kelelahan.

Aktivitas produksi di pabrik boneka yang memerlukan ketelitian tinggi juga dapat memicu tekanan mental tertentu pada pekerja.

Selain itu, insiden mendadak seperti kecelakaan kecil bisa memicu reaksi spontan, terutama jika kondisi emosional pekerja sedang tidak stabil.

Ketika satu orang panik, suasana kerja yang padat dapat memicu kepanikan menyebar dengan cepat.

Hingga kini, pihak perusahaan dan kepolisian masih memantau situasi untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang.

Manajemen juga dikabarkan tengah meninjau ulang penanganan kesehatan dan psikologis karyawan sebagai bentuk antisipasi.

Baca Juga: Kacau! Sopir Salah Manuver, Ambulans Terbalik di Jalan Purworejo Yogyakarta

Setelah kondisi benar-benar pulih, pihak perusahaan memastikan bahwa operasional kembali berjalan normal.

Karyawan yang terdampak diberi waktu istirahat dan diarahkan untuk tidak bekerja sementara.

Baik pihak kepolisian maupun perusahaan mengimbau agar para pegawai tetap tenang.

Dan segera melapor jika merasa tidak enak badan atau mengalami tekanan mental selama bekerja.***