POJOKSATU.id - Sebuah video protes bantuan sosial kembali memanaskan jagat media sosial.

Kali ini datang dari Pematangsiantar, ketika seorang pria bernama Darma Washington Munthe terlihat meluapkan kekesalan dalam sebuah video yang diunggah istrinya, Dina Girsang.

Dalam rekaman itu, Darma tampil penuh emosi sambil menuding mekanisme penyaluran bantuan pemerintah tidak adil dan merugikan dirinya.

Baca Juga: Kesempatan Emas! Magang Nasional Kemnaker Batch 3 Dibuka, 6 Bulan Digaji, Duit Jajan Beda dari Program Lain, Buruan Daftar!

Darma dalam video viral tersebut menyampaikan bahwa kondisi ekonominya jauh dari layak.

Ia menyebut dirinya masih tinggal di rumah kontrakan yang tidak memadai, namun justru melihat tetangganya yang hidup lebih mapan menerima bantuan sosial.

Ia mengaku heran mengapa rumah gedung dan pemilik mobil di sekitar tempat tinggalnya bisa masuk daftar penerima bantuan, sementara dirinya merasa diabaikan.

“Rumahku kontrakan, sudah tidak layak. Tapi yang mobil dan rumah bagus malah dapat bantuan,” keluhnya lantang.

Baca Juga: Sasar Pasar Emerging Affluent, Maybank Indonesia Kembangkan Segmen Privilege Banking

Ia bahkan menegaskan bahwa videonya harus diviralkan sebagai bentuk protes karena menurutnya penyaluran bantuan pemerintah “kacau”.

Video tersebut kemudian menyebar cepat di berbagai platform media sosial dan memancing perbincangan luas.

Pemerintah Kelurahan Asuhan bersama Dinas Sosial P3A Kota Pematangsiantar langsung turun tangan dan mengundang Darma untuk mengikuti mediasi resmi.

Baca Juga: Sasar Pasar Emerging Affluent, Maybank Indonesia Kembangkan Segmen Privilege Banking

Pertemuan itu digelar di Kantor Lurah Asuhan pada Sabtu, 22 November 2025, dengan hadirnya jajaran lengkap mulai dari lurah, seksi pelayanan umum, Koordinator PKH hingga Bhabinkamtibmas.

Di ruang mediasi itulah situasi mulai terang-benderang.

Pemerintah membuka data yang menunjukkan bahwa Darma dan keluarganya ternyata bukan warga yang luput dari bantuan.

Tetapi justru sudah menjadi penerima berbagai jenis bantuan dari program resmi pemerintah.

Baca Juga: Panduan Resmi Memperbaiki Linearitas Mapel di Dapodik agar TPG Tetap Cair

Beberapa bantuan yang selama ini diterima Darma antara lain

KIS/BPJS Kesehatan, yang memungkinkan ia berobat secara gratis.

Baca Juga: Niat Maling Kabel, Malah Gosong Tersengat Listrik di Kolong Jembatan Sunter!

Bantuan Pangan Beras dalam program ketahanan pangan.

Serta Bantuan Tali Asih dari Kecamatan Siantar Timur.

Paparan data tersebut mengubah suasana pertemuan.

Baca Juga: Kesempatan Emas! Magang Nasional Kemnaker Batch 3 Dibuka, 6 Bulan Digaji, Duit Jajan Beda dari Program Lain, Buruan Daftar!

Nada lantang yang semula muncul dalam videonya berubah menjadi lebih hati-hati dan tenang.

Darma kemudian mengakui bahwa benar keluarganya telah menerima sejumlah bantuan, dan menyampaikan permintaan maaf karena videonya terlanjur tersebar luas di masyarakat.

Dalam pernyataan resminya setelah mediasi, Darma mengatakan bahwa ia berterima kasih atas.

Baca Juga: Niat Maling Kabel, Malah Gosong Tersengat Listrik di Kolong Jembatan Sunter!

Bantuan yang selama ini diterima dan menyesalkan jika isi videonya menimbulkan kesalahpahaman.

Namun dari mediasi tersebut juga terungkap alasan sebenarnya di balik emosinya ia kecewa karena namanya tidak masuk daftar penerima BLT Kesra.

Ketidakhadirannya dalam daftar BLT Kesra menjadi pemicu utamanya meluapkan kemarahan, meskipun di sisi lain beberapa bantuan lain telah ia terima secara rutin.

Baca Juga: Satpol PP Karawang Siap Tindak Proyek Swasta yang Serobot Bahu Jalan di Margasari

Pemerintah Kelurahan Asuhan menanggapi hal itu dengan menjelaskan bahwa proses pemutakhiran data penerima bantuan memang sedang dilakukan.

Lurah Asuhan, Amdani Simbolon, menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup mata atas kondisi ekonomi Darma.

Ia memastikan bahwa nama Darma akan diprioritaskan sebagai penerima BLT Kesra tahun anggaran 2026.

Baca Juga: Kesempatan Emas! Magang Nasional Kemnaker Batch 3 Dibuka, 6 Bulan Digaji, Duit Jajan Beda dari Program Lain, Buruan Daftar!

Tak hanya itu, pihak kelurahan juga sudah mengusulkan agar Darma kembali menerima bantuan pangan beras dalam waktu dekat.

Mediasi akhirnya berjalan kondusif dan berakhir damai.

Situasi tersebut memperlihatkan bagaimana sebuah video emosional dapat berkembang menjadi isu publik yang besar.

Baca Juga: Kesempatan Emas! Magang Nasional Kemnaker Batch 3 Dibuka, 6 Bulan Digaji, Duit Jajan Beda dari Program Lain, Buruan Daftar!

Tetapi akhirnya tetap dapat diselesaikan melalui dialog dan klarifikasi data.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa di era media sosial, satu keluhan yang diviralkan bisa memicu persepsi berbeda sebelum fakta sebenarnya terungkap.***