POJOKSATU.ID - Fenomena warga yang melapor ke Dinas Pemadam Kebakaran untuk mengatasi berbagai masalah non kebakaran.

Semakin sering terjadi, mulai dari evakuasi hewan, pelepasan cincin, hingga penanganan kasus pelecehan.

Seperti yang baru-baru ini viral di Tanah Abang, Damkar kerap menjadi “garda terdepan” pertolongan warga.

Pertanyaannya, mengapa masyarakat kini lebih percaya pada Damkar.

Baca Juga: Kesalahan Sepele Saat Berkendara yang Diam-Diam Memicu Banyak Kecelakaan

ketimbang lembaga yang seharusnya menangani masalah tersebut?

Kepercayaan publik ini bukan muncul tanpa alasan.

Dalam banyak kasus yang viral, Damkar tampil sebagai institusi yang bekerja cepat tanpa banyak prosedur.

Begitu laporan masuk, petugas langsung turun lapangan.

Baca Juga: Gudang Oli Bekas Meledak Terbakar! Api Baru Takluk Setelah 12 Jam Lebih, Tanggung Jawab Siapa?

Sikap ini kontras dengan lembaga lain yang sering kali mensyaratkan.

laporan resmi, bukti lengkap, atau proses administrasi yang memakan waktu.

Fenomena tersebut kembali terlihat dari kisah seorang wanita di Tanah Abang.

Menjadi korban teror eksibisionisme setelah laporan ke pihak kepolisian tidak membuahkan hasil

Ia justru menemukan respons cepat di Kantor Damkar Bendungan Hilir.

Petugas langsung bergerak tanpa bertanya panjang-lebar dan melakukan penindakan yang membuat korban merasa aman.

Aksi seorang petugas bernama Bambang pun viral karena keberaniannya menghadapi pelaku.

Pengamat kebijakan publik Universitas Indonesia.

Baca Juga: Fitur Baru e-Kinerja ASN Diluncurkan! Ini Fungsi, Cara Pakai, dan Dampaknya bagi ASN Tahun 2026

Ardhito Ramadhana mengatakan, respons cepat sering kali menjadi faktor utama

Penilaian publik terhadap kinerja institusi.

Di sisi lain, kepercayaan terhadap institusi lain justru menurun karena birokrasi yang dianggap terlalu panjang.

Banyak warga merasa harus memenuhi syarat administrasi yang tidak mudah.

Baca Juga: Cara Praktis Membuat Akun Coretax untuk ASN, Ikuti Langkah Resminya dari MenPAN-RB

Termasuk bukti visual, formulir resmi, dan proses verifikasi yang berbelit.

Situasi ini sering membuat korban merasa dipingpong.

Data dari beberapa daerah juga menunjukkan peningkatan laporan non-kebakaran kepada Damkar.

Misalnya, Dinas Damkar DKI Jakarta yang dalam laporan tahunan 2023

Mencatat lebih dari 10 ribu layanan non-kebakaran.

Mulai dari evakuasi hewan, penyelamatan warga terjebak lift, hingga penanganan benda tersangkut di tubuh.

Fenomena meningkatnya kepercayaan publik terhadap Damkar justru bisa menjadi alarm bagi institusi lain.

Untuk melakukan pembenahan di tengah kebutuhan masyarakat yang semakin cepat

Instansi pelayanan publik perlu mengurangi prosedur berbelit.

Baca Juga: Tutorial Fitur Baru e-Kinerja ASN! Cara Input Kinerja Harian hingga Integrasi ke SIASN

Memperbaiki respons awal, dan meningkatkan kemampuan komunikasi.

Akhirnya, masyarakat tidak sedang mencari siapa yang paling berwenang, melainkan siapa yang paling bersedia membantu.

Dan sejauh ini, Damkar muncul sebagai lembaga yang memenuhi ekspektasi tersebut.

Bukan karena mereka diminta melakukan tugas di luar kewenangan

Tetapi karena mereka memahami bahwa keselamatan dan rasa aman warga tak boleh menunggu meja administrasi.***