POJOKSATU.id, SEMARANG— Kasubdit Dalmas Ditsamapta Polda Jateng AKBP Basuki ternyata sempat mengirim foto korban dosen Universitas 17 Agustus (Untag) Semarang, Dwinanda Linchia Levi ke kerabat korban.

Namun foto korban dalam kondisi tewas di kamar yang sempat dikirim ini buru-buru dihapus oleh AKBP Basuki.

Kejanggalan lain, AKBP Basuki sempat panik di TKP dan meminta penyidik memberikan laptop dan handphone korban saat dilakukan olah TKP oleh penyidik Polda Jateng.

Kuasa Hukum keluarga korban Dwinanda Linchia Levi, Zainal Abidin Petir mengungkap, AKBP Basuki sempat mengirim foto korban saat tewas di hotel ke bibi korban melalui pesan singkat WhatsApp (WA).

Dimana dalam foto itu terlihat ada bercak darah di paha dan perut korban. Namun foto itu belum sempat disimpan oleh bibi korban karena keburu dihapus lagi oleh AKBP Basuki.

Zainal mengungkap AKBP Basuki sempat meminta barang pribadi korban seperti laptop dan handphone kepada para penyidik yang melakukan olah tempat kejadian perkara di kamar kos-hotel nomor 210.

Baca Juga: Viral! KPM Pantau SIKS-NG, dari Bayar Pending Hingga Sudah Salur pada PKH BPNT, Ini Arti Statusnya

Namun, permintaan AKBP Basuki ini ditolak oleh para penyidik di lapangan.

"AKBP B ini juga panik di lokasi kejadian. Kami menduga kepanikan tersebut ada sesuatu yang disembunyikan," tegas kuasa hukum keluarga korban Dwinanda ini.

Korban Dwinanda juga masuk dalam satu Kartu Keluarga (KK) dengan AKBP Basuki. Kepastian ini diperolehnya ketika mengurus akta kematian korban di dinas terkait di Semarang.

Dalam KK itu, ada nama AKBP Basuki, istrinya, anaknya dan korban Dwinanda Levi.

"Korban dimasukkan ke KK dengan status hubungan family lain. Di KK itu ada empat orang, AKBP B, istrinya, seorang anak, dan korban," ujarnya lagi.

Baca Juga: Saksi Ahli: Hary Tanoe Tetap Bertanggung Jawab atas NCD


Basuki Kirim Foto Korban 

Kuasa hukum keluarga korban Dwinanda mengungkap ada nomor asing yang menghubungi nomor seorang kerabat korban.

Nomor ini mengirimkan foto korban saat ditemukan di kamar kos-hotel (kostel) Jalan Telaga Bodas Raya Nomor 11 Karangrejo, Gajahmungkur, Semarang, Senin (17/11/2025) lalu.

Namun, foto itu lantas dihapus oleh si pengirim.

“Dalam foto itu simpang siur, sehingga menambah kecurigaan," ujar kakak korban, Perdana Cahya Devian Melasco kepada wartawan, Kamis (21/11/2025).

Belakangan, keluarga baru mengetahui bahwa pengirim nomor asing tersebut adalah nomor pribadi AKBP Basuki.

Kecurigaan keluarga juga bertambah karena mendapatkan informasi kematian korban pada Senin (17/11/2025) sekitar pukul 18.00 WIB. Padahal korban ditemukan meninggal pada pagi hari.

Menurut Devian, selama ini adiknya tidak pernah bercerita soal kondisi kesehatannya. Selama ini, korban dikenal sebagai sosok yang ramah tapi cenderung tertutup soal kehidupan pribadinya.

"Nah di situlah saya kaget ketika hanya nama saya yang ada di KK itu saya tidak bertanya lebih jauh karena itu orangnya tertutup," bebernya.***