POJOKSATU.id, JAKARTA—Sebanyak 3 anggota TNI AD terlibat pembunuhan Kacab BRI Cempaka Putih, Muhammad Ilham Pradipta (37).
Peran mereka terungkap saat rekonstruksi yang digelar Polda Metro Jaya, Senin (17/11). Bahkan Serka Mochamad Nasir merupakan pelaku yang menjerat leher korban hingga tewas.
Sementara dua anggota TNI AD lainnya Serka Franky alias Pace dan Kopda Feri juga berperan melakukan penganiayaan kepada korban Mohamad Ilham Pradipta.
Polisi juga menyebutkan bahwa orang yang menyebabkan korban meninggal dunia adalah Serka Mochamad Nasir.
"Berdasarkan hasil penyidikan kami bahwa yang menyebabkan korban meninggal dunia dilakukan oleh tersangka inisial MN. Penganiayaan dilakukan tidak hanya oleh MN saja," ungkap Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim, Selasa (18/11/2025).
"Sesuai dengan hasil rekonstruksi yang dilakukan bahwa korban meninggal pada saat setelah dipindahkan dari mobil awal Avanza kepada tim penjemput dipindahkan ke mobil Fortuner," katanya lagi.
Kadispenad Kolonel (Inf) Kolonel Donny Pramono mengatakan perkembangan penyidikan dilakukan oleh Polisi Militer (PM). Ketiganya telah ditetapkan sebagai tersangka.
Baca Juga: Penculik Kacab BRI Cempaka Putih Incar Uang Rp 60 Miliar di Belasan Rekening Dormant, Punya Siapa
"Dapat saya sampaikan bahwa dalam perkembangan penyidikan yang dilakukan oleh Polisi Militer, saat ini tiga oknum prajurit TNI telah ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus tersebut," kata dia, Selasa (18/11/2025).
Proses hukum terhadap ketiganya terus berjalan. Pihaknya berkomitmen menangani kasus tersebut secara profesional dan transparan.
"Proses hukumnya terus berjalan dan seluruh oknum yang diduga terlibat sudah diamankan untuk diperiksa lebih lanjut. Adapun inisial ketiganya adalah Serka MN, Kopda FH, dan Serka FY," tuturnya.
Korban Lakukan Perlawanan
Saat dipindahkan dari mobil Avanza ke mobil Fortuner, ternyata korban Ilham Pradipta sempat memberikan perlawanan dengan menggigit pelaku.
Namun upayanya sia-sia, para pelaku kembali melakukan penganiayaan kepada korban.
Dan di dalam mobil Fortuner itu korban sudah terdiam.
"Dalam mobil Fortuner, korban terdiam di tengah mobil tidak melawan lagi," kata penyidik membacakan reka ulang adegan pada Senin.
Korban dipindahkan ke mobil Fortuner dari wilayah Kemayoran, Jakarta Pusat (Jakpus). Saat di mobil Fortuner korban masih terdengar mengerang.
"Korban diinjak kakinya dua kali. Adegan selanjutnya Mobil Fortuner dalam perjalanan menuju Cikarang ke jalan tol," tutur penyidik dalam rekonstruksi.***




