POJOKSATU.ID - Kecelakaan beruntun yang melibatkan dua bus dan satu minibus terjadi di Tol Cikopo Palimanan (Cipali) Kilometer 72.

Tepatnya di wilayah Desa Cinangka, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, Selasa 18 November 2025 dini hari.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 02.30 WIB itu menewaskan lima orang dan menyebabkan puluhan lainnya luka luka.

Kapolres Purwakarta AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya mengonfirmasi.

Baca Juga: Kemdiktisaintek Siapkan KPPTI 2025, Kampus Bergerak Bersama Menuju Indonesia Emas 2045, dari Diskusi hingga Expo Inovasi

Bahwa kecelakaan terjadi saat seluruh kendaraan bus PO Agra Mas, bus PO Sinar Jaya, dan minibus Gran Max melaju dari arah Cirebon menuju Jakarta.

Tabrakan beruntun tidak terhindarkan, membuat minibus berada dalam posisi paling parah akibat tekanan dari dua kendaraan besar di depan dan belakangnya.

“Memang benar pada pukul 02.30 telah terjadi laka lantas di Tol Cipali Kilometer 72 500 arah Cirebon–Jakarta, yang melibatkan tiga kendaraan, dua bus dan satu minibus,” ujar Kapolres.

Hingga Selasa pagi, kepolisian masih melakukan pendataan para korban yang dibawa ke sejumlah rumah sakit di Purwakarta.

Baca Juga: BEM UI Geruduk DPR, RUU KUHAP Dinilai Ancam Privasi Warga dan Buka Peluang Penyalahgunaan Wewenang

Data awal menunjukkan lima orang meninggal dunia di lokasi kejadian maupun dalam perjalanan ke fasilitas kesehatan.

Sebagian korban mengalami cedera berat akibat benturan keras, baik dari sisi depan maupun belakang kendaraan.

Penumpang bus Agra Mas dan Sinar Jaya yang berada di kursi deretan depan menjadi kelompok yang paling terdampak.

Sementara itu, korban luka-luka jumlahnya terus diperbarui. Sebagian mengalami luka robek, patah tulang, dan trauma benturan.

Sejumlah korban dilarikan ke RSUD Bayu Asih Purwakarta, sementara lainnya ke klinik terdekat untuk mendapatkan penanganan awal.

Pihak kepolisian memastikan proses identifikasi korban berlangsung hati-hati.

“Kami sedang mendata korban, baik korban kecelakaan maupun informasi yang tersedia dari rumah sakit,” kata AKBP Dewa Putu.

Pantauan di lapangan memperlihatkan bagian depan bus Sinar Jaya mengalami kerusakan parah akibat benturan keras dengan kendaraan di depannya.

Baca Juga: UNESA Tuan Rumah KPPTI 2025, Bahas Topik Strategis, Begini Momentum Format Acara Penguatan Ekosistem Kampus Berdampak

Kaca depan pecah, kerangka bagian bawah ringsek, dan beberapa kursi terdorong akibat energi benturan.

Sementara bus PO Agra Mas yang berada di belakangnya juga mengalami kerusakan besar pada bagian depan kanan.

Pada sisi lain, minibus Gran Max terlihat paling parah, dengan bodi remuk di bagian depan dan belakang.

Evakuasi kendaraan memakan waktu cukup lama karena kondisi kendaraan yang saling menekan.

Baca Juga: Inilah Aturan Baru PPPK Paruh Waktu, Siapa Saja Honorer yang Bisa Diangkat ?

Petugas Jasa Marga dan kepolisian harus mengerahkan alat berat untuk memisahkan bus dan minibus dari posisi benturan.

Evakuasi korban dilakukan sejak pukul 02.30 hingga menjelang subuh.

Petugas dibantu warga sekitar dan tim medis melakukan upaya penyelamatan penumpang yang terjebak di dalam bus dan minibus.

Selain mengevakuasi korban, petugas juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan urutan tabrakan dan potensi penyebab awal.

Hingga pagi hari, jalur menuju Jakarta sempat tersendat sebelum akhirnya kembali normal setelah kendaraan yang rusak dipindahkan ke bahu jalan.

Kapolres Purwakarta menyebut olah TKP sangat penting untuk memastikan dugaan penyebab kecelakaan.

Termasuk kemungkinan sopir mengantuk atau masalah teknis pada salah satu kendaraan.

Meskipun penyebab pasti masih diselidiki, informasi awal dari sejumlah saksi menyebutkan.

Bahwa salah satu bus mendadak mengurangi kecepatan sehingga memicu tabrakan beruntun.

Baca Juga: Daur Ulang Jadi Cuan! Inovasi RVM BRI di KOPLING 2025 Dipuji Menteri UMKM dan Raffi Ahmad

Namun kepolisian belum memberikan detail lebih jauh.

Sopir kedua bus dan minibus telah dimintai keterangan awal untuk melengkapi analisis kecelakaan.

Pemeriksaan kondisi kendaraan juga dilakukan untuk memastikan apakah ada indikasi rem blong atau kendala teknis lainnya.

Sejumlah penumpang yang selamat mengaku masih syok. Mereka menceritakan suasana di dalam bus sesaat setelah kecelakaan.

Tim medis menyebut beberapa korban membutuhkan pendampingan psikologis setelah mengalami guncangan hebat dalam kejadian tersebut.

Pihak kepolisian memastikan pendataan korban dan manajemen lalu lintas masih berlangsung.***