POJOKSATU.ID - Nama Cucun Ahmad Syamsurijal, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Kembali menjadi sorotan setelah perjalanan politiknya yang panjang dibayangi isu kampanye hitam dan sorotan atas harta kekayaannya.
Cucun, yang lahir di Bandung pada 8 November 1972, kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI periode 2024–2029, posisi strategis yang menempatkannya di jantung politik nasional.
Baca Juga: BKN Kasih Sinyal Kuat, Pemkot Serang Siap Gaskeun Manajemen Talenta ASN 2026
Karier politik Cucun sebenarnya dimulai jauh sebelum ia masuk Senayan.
Berbasis di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU), ia dikenal aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan dan komunitas pesantren.
Perjalanannya bersama PKB membawanya terpilih menjadi anggota DPR sejak 2014, berasal dari Daerah Pemilihan Jawa Barat II.
Dalam struktur partai, ia pernah mengemban tugas di bidang hukum hingga perundang-undangan.
Baca Juga: Ahli Gizi Diminta Ganti Jadi Pengawas Gizi, Apakah Bisa? Begini Pembahasannya
Dengan latar pendidikan S1 di Institut Agama Islam Cipasung serta gelar S2 dan S3 Administrasi Publik dari Universitas Padjadjaran, Cucun dianggap sebagai representasi kader PKB yang berpengalaman sekaligus akademis.
Namun, reputasi politiknya tidak selalu mulus. Nama Cucun sempat terseret dalam tuduhan kampanye hitam yang mencuat saat Pilkada Kabupaten Bandung.
Tuduhan itu disampaikan seorang anggota DPRD Kabupaten Bandung berinisial MA, yang mengklaim Cucun melakukan politik uang dan memobilisasi dukungan melalui cara-cara tekanan.
Baca Juga: Seleksi CPNS 2026 Makin Fleksibel, Tapi Isu 400 Ribu Formasi Dibantah, Ini Fakta Sebenarnya
Tuduhan tersebut langsung dibantah keras oleh Cucun.
Ia bahkan melaporkan MA ke Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Barat atas dugaan pencemaran nama baik, menegaskan bahwa tuduhan tanpa bukti ini merusak marwah politik dan demokrasi.
Meski demikian, isu kampanye hitam terlanjur meluas di publik. Dalam konteks Pilkada, tuduhan politik uang bukan hal kecil.
Baca Juga: The Green Peak ARTOTEL Curated Suguhkan Rangkaian Liburan Akhir Tahun Paling Meriah 2025!
Bagi Cucun, isu ini menciptakan bayang-bayang kontroversi terhadap perjalanan politiknya, terutama ketika ia tengah memegang peran besar di DPR dalam bidang kesejahteraan rakyat.
Meski belum ada bukti yang menguatkan tuduhan tersebut, perdebatan publik tetap muncul, terutama di media sosial dan kalangan aktivis pemilu.
Selain isu politik, harta kekayaan Cucun juga tak luput dari sorotan.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 6 Agustus 2024, ia tercatat memiliki kekayaan bersih sekitar Rp 22,12 miliar.
Aset tersebut terdiri dari tanah dan bangunan senilai Rp 14,62 miliar, kendaraan dan mesin sekitar Rp 3,74 miliar, serta kas dan harta bergerak lainnya.
Ia juga memiliki utang Rp 2,4 miliar menurut laporan yang sama. Jumlah kekayaan ini dinilai mencolok, mengingat posisinya sebagai politisi yang sudah lama menjabat.
Meski harta itu tercatat resmi dalam LHKPN, publik tetap menilai perlunya transparansi lebih jauh, khususnya tentang asal-usul aset dan bagaimana akumulasi kekayaan tersebut berjalan seiring karier politiknya.
Sebagai pejabat publik yang kini memegang posisi prestisius, akuntabilitas menjadi tuntutan yang tidak bisa dihindari.
Di tengah berbagai isu ini, Cucun terus menjalankan aktivitas politiknya.
Ia aktif hadir di tengah masyarakat, dari kegiatan sosial hingga ziarah ulama yang menjadi tradisi PKB.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat program-program kesejahteraan rakyat sebagai fokus utama DPR RI ke depan.
Namun, publik tetap menunggu bagaimana Cucun menjawab isu kampanye hitam dan memperkuat kepercayaan publik terhadap dirinya.
Baca Juga: Bocah 4 Tahun Asal Bekasi Terjatuh dari Lantai Dua RS Hastien Rengasdengklok, Kondisi Kritis
Cucun Ahmad Syamsurijal kini berada di persimpangan antara karier cemerlang dan isu kontroversial.
Bagaimana ia menjawab tuduhan dan menjaga integritasnya akan menjadi ujian besar dalam perjalanannya sebagai pimpinan DPR sekaligus tokoh penting PKB.***




