POJOKSATU.id - Kesedihan mendalam dialami Ki Soya, pria lanjut usia asal Indramayu yang mengaku berusia 95 tahun. Di usianya yang hampir satu abad
Ki Soya masih bekerja sebagai buruh tani karena tidak memiliki tanah, sawah, maupun aset lain selain seekor kerbau yang telah ia rawat selama 25 tahun.
Namun Hal tersebut harus pupus karena dirinya pun viral dari video yang memperlihatkan bahwa kerbau nya tewas tersengat listrik.
Baca Juga: Cek Disini! Begini Tahapan Kenaikan Gaji ASN Menurut Penjelasan Terbaru Pemerintah
Kerbau itulah yang ia anggap sebagai teman hidup, satu-satunya harta yang ia miliki, sekaligus sumber kebahagiaan di masa tuanya.
Dalam percakapan di video Kang Dedi Mulyadi yang tengah viral, Ki Soya mengungkapkan bagaimana ia merawat kerbau tersebut sejak lahir.
“Dari brojol sampai gede itu kebo saya yang urus,” ujarnya sambil menahan tangis.
Baca Juga: Banjarmasin Umumkan 1.861 Lulus Administrasi PPPK Paruh Waktu, Ini Rincian dan Tahap Lanjutannya
Kerbau itu juga memiliki keunikan: lahir dengan warna bule. Bagi sebagian masyarakat, kerbau bule dianggap keramat,
Sehingga Ki Soya memilih untuk tidak pernah menjualnya meski usianya terus bertambah.
“Walaupun sudah tua juga masih bisa makan sayang banget saya sama kebo,” lanjutnya.
Baca Juga: Longsor Menerjang Banjarnegara, 20 Rumah Tertimbun Ratusan Warga Mengungsi
Namun musibah datang ketika kerbau kesayangannya lepas dari ikatan saat malam hari.
Hewan itu kabur ke sawah milik warga.
Tanpa mengetahui bahaya yang menanti, kerbau itu berjalan ke area sawah yang dipasang aliran listrik untuk menangkal tikus.
“Tahu-tahu lepas dari kandang kabur ke sawah kena setrum,” kata Ki Soya.
Baca Juga: Dani Setiawan Sekeluarga Tertimbun Berdekatan Longsor Cilacap, 2 Anaknya Meninggal di Gendongan
Pemasangan listrik di area sawah memang bukan hal baru, namun sering kali dilakukan tanpa standar keamanan yang benar.
Di beberapa wilayah, praktik ini bahkan telah menimbulkan korban jiwa.
Bagi Ki Soya, kejadian itu menjadi pukulan besar yang menghapus satu-satunya aset hidupnya.
Saat peristiwa itu terjadi, Ki Soya tidak menuntut pemilik sawah.
Ia menyadari kerbaunya masuk ke lahan orang lain. Ia hanya menerima kenyataan ketika diberikan uang Rp1 juta sebagai biaya menguburkan hewan kesayangannya.
“Cuman dikasih satu juta untuk menggali lubangnya lubang kubur,” ucapnya lirih.
Baca Juga: Cek Disini! Begini Tahapan Kenaikan Gaji ASN Menurut Penjelasan Terbaru Pemerintah
Kondisi ekonominya membuat Ki Soya tidak mampu membeli kerbau baru.
Harga kerbau kecil mencapai sekitar Rp20 juta, jumlah yang mustahil ia kumpulkan dalam waktu dekat.
Ia mengaku hanya bisa menabung dari hasil bekerja sebagai buruh tani yang penghasilannya habis untuk kebutuhan makan sehari-hari.
“Minimal 5 tahunan lah kumpul dua juta karena buat makan. Perlu waktu 20 tahun enggak akan keburu, saya juga sudah tua,” katanya.
Di tengah keputusasaan itulah, Kang Dedi Pun memberikan bantuan tak terduga.
Ia menyerahkan uang agar Ki Soya bisa membeli kerbau baru keesokan harinya.
“Bapak enggak usah perlu waktu 20 tahun beli kebo,” tuturnya.
Ia juga mengarahkan Ki Soya untuk langsung berangkat ke Pasar Senin Purwakarta agar uang tersebut tidak hilang atau terpakai.
“Uangnya masukin, besok beli kebo,” kata KDM.
Baca Juga: Longsor Menerjang Banjarnegara, 20 Rumah Tertimbun Ratusan Warga Mengungsi
Bagi Ki Soya, bantuan itu bagaikan cahaya baru setelah kehilangan yang menyakitkan.
Raut wajahnya berubah antara haru dan bahagia ketika menyadari ia bisa memiliki kerbau lagi, sesuatu yang sebelumnya terasa mustahil untuk dicapai.
Kisah Ki Soya bukan sekadar cerita tentang seekor hewan peliharaan.
Baca Juga: Pertamina Regional JBB Perluas Penyaluran LPG di Banten, Bupati Tangerang Puji Stabilitas Stok
Ini adalah potret nyata kemiskinan lansia di pedesaan, yang masih harus bekerja keras meski usia sudah sangat senja.
Kerbau itu bukan hanya hewan ternak, melainkan simbol kehidupan, kebanggaan, dan teman setia yang menemaninya selama puluhan tahun.
Kini, berkat bantuan spontan yang datang dari Gubernur Jawa Barat, Ki Soya kembali memiliki harapan untuk mengisi hari-hari tuanya dengan
Bebahagiaan sederhana yang selama ini ia genggam erat merawat seekor kerbau dengan penuh kasih.***



.webp)
