POJOKSATU.ID - Aktivitas belajar di SMAN 72 Jakarta mulai kembali berjalan pasca-ledakan yang mengguncang sekolah tersebut. Namun, suasana belum sepenuhnya normal.
Sebagian siswa sudah hadir mengikuti pembelajaran tatap muka di kelas, sementara sebagian lainnya masih menjalani sekolah secara daring karena trauma maupun kekhawatiran dari orang tua.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa pihaknya memberi keleluasaan kepada sekolah untuk menentukan pola pembelajaran paling aman dan nyaman bagi siswa, apakah luring, daring, atau kombinasi keduanya.
Kebijakan ini diberikan setelah situasi lingkungan sekolah dianggap cukup aman untuk kembali digunakan, namun kondisi psikologis para siswa masih perlu diperhatikan.
Hal ini disampaikan usai meninjau langsung perkembangan pemulihan sekolah usai insiden ledakan.
Meski sudah ada lampu hijau untuk kembali masuk sekolah, kenyataannya tidak semua orang tua memberikan izin.
Baca Juga: PPPK Kini Bisa Dapat Dana Pensiunan Taspen? Ini Syarat, Skema, dan Ketentuan Terbarunya
Kepala SMAN 72, Tetty Helena, menyebut sebagian orang tua masih merasa was-was dan memilih opsi daring demi keamanan anak mereka.
Ada siswa yang sudah siap kembali, ada pula yang masih mengalami trauma sehingga lebih nyaman belajar dari rumah. Situasi ini membuat sekolah menerapkan model hybrid untuk sementara waktu.
Pantauan media di lapangan juga menunjukkan bahwa lingkungan SMAN 72 tampak relatif sepi pada jam masuk sekolah.
Kondisi ini menegaskan bahwa kehadiran siswa belum kembali seperti sebelum terjadinya ledakan.
Baca Juga: Dua Dosen FISIP UNNES Raih Penghargaan Innovation Award 2025
Sebagian besar ruang kelas masih terisi sebagian, sementara sisanya mengikuti pembelajaran lewat platform digital.
Dinas Pendidikan DKI Jakarta memastikan pendampingan psikologis akan terus diberikan kepada para siswa, terutama mereka yang mengalami shock akibat insiden tersebut.
Pemerintah berharap kegiatan belajar mengajar dapat kembali pulih secara bertahap seiring pemulihan mental para siswa.
Baca Juga: Dosen UGM Kembangkan Riset Protein Umpan, Tekan Lalat Buah di Sentra Salak Turi
Laporan resmi menyebutkan bahwa proses investigasi kepolisian sudah mengumpulkan data yang diperlukan, sehingga area sekolah dinilai aman untuk digunakan kembali.
Meski demikian, tantangan terbesar bukan hanya soal keamanan fisik, tetapi juga kenyamanan psikologis.
Banyak siswa dikabarkan ingin pindah sekolah setelah insiden, menunjukkan tekanan mental yang cukup besar.
Baca Juga: Rendy Iqbal, Dosen UPR Raih Gelar Ph.D. dengan IPK Sempurna di UTM, Boyong Chancellor Award
Pemprov DKI meminta semua pihak bersabar dan memberi ruang bagi siswa untuk kembali pulih dengan cara yang paling sesuai bagi mereka.
Ke depan, SMAN 72 akan terus memantau perkembangan sesuai masukan orang tua dan hasil evaluasi harian.
Jika situasi membaik, pembelajaran tatap muka bisa kembali digelar secara penuh.
Namun jika belum memungkinkan, sekolah memastikan kegiatan daring tetap berjalan tanpa mengganggu capaian belajar.
Baca Juga: Wamen Diktisaintek Beri Apresiasi untuk Dosen Unsrit yang Menginspirasi
Situasi ini menjadi pengingat pentingnya manajemen krisis di lingkungan pendidikan.
Meski sekolah sudah mulai dibuka kembali, proses pemulihan membutuhkan waktu agar siswa benar-benar merasa aman dan siap kembali belajar seperti biasa.***




