POJOKSATU.id, MEDAN—Pelaku pembunuhan Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Medan Area (UMA) Medan, Bonio Raja Gadja (18) disebut ditangkap polisi.

Pelaku diduga teman korban yang terakhir bersamanya di rumah dan sempat main kartu sebelum kejadian pembunuhan terjadi.

Kabar penangkapan pelaku pembunuhan mahasiswa UMA Medan ini dibenarkan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak.

Namun identitas pelaku pembunuhan belum dibeberkan polisi. Pelaku ditangkap tim gabungan Satreskrim Polrestabes Medan dan Polsek Patumbak.

Baca Juga: Postingan Terakhir Mahasiswa Hukum UMA Medan Bonio Gadja Sebelum Tewas Dibunuh di Rumahnya

Dari foto yang beredar di kalangan wartawan, pelaku ditangkap seorang diri. Satu unit sepeda motor Honda Vario berwarna putih diduga milik korban juga diamankan polisi.

Kapolrestabes Medan, Kombes Jean Calvijn Simanjuntak membenarkan penangkapan pelaku pembunuhan mahasiswa UMA Medan ini.

"Puji Tuhan sudah semalam (ditangkap)," ujarnya, Minggu (16/11/2025).

Namun, Calvijn belum enggan berbicara banyak terkait penangkapan itu, termasuk motif terduga pelaku melakukan aksinya.

Baca Juga: Sosok Bonio Mahasiwa UMA Tewas Dibunuh Ternyata Banyak Uang, Kelola Kosan Milik Keluarganya

Pelaku Diduga Teman Korban

Kasus pembunuhan mahasiswa UMA Bonio Raja Gadja di dalam rumahnya di Jalan Bunga Tanjung, Gang Rambe, Marindal 2, Patumbak, Deliserdang, Sumut, menyita perhatian publik.

Menurut tetangga korban yang meminta namanya dirahasiakan, pelaku dan korban sempat bermain kartu.

"Di dekat mayat korban ditemukan kartu. Kemungkinan korban dan pelaku sempat bermain kartu sebelum dibunuh," kata wanita ini dilansir Posmetro Medan.

Menurutnya, antara korban dan pelaku juga diketahui berteman. Karena tak mungkin pelaku bisa masuk ke rumah korban kalau tak dikenal oleh korban.

Menurutnya, korban memang sering membawa temannya itu ke rumahnya menginap, karena orang tua korban menetap di Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumut.

Menurut wanita tetangga korban ini, terduga pelaku ini bertempat tinggal di sekitar Marindal 2, Patumbak. Tidak jauh dari rumah korban.

"Korban selalu bersama temannya itu dan menginap di rumahnya. Kalau tak salah temannya waktu sekolah dulu," kata wanita ini lagi.***