POJOKSATU.id, JAKARTA— Selebritis Denny Sumargo mewawancarai tiga polisi penyelamat Bilqis Ramadhani (4) yang sempat dijual lintas provinsi dari Makassar Sulsel hingga Merangin Jambi.
Upaya penyelamatan Bilqis ternyata butuh strategi dan keteguhan serta kesabaran. Bahkan tim polisi penyelamat Bilqis sempat enam hari tak mandi dan hanya tidur di dalam mobil saja.
Fakta ini terungkap di podcast Denny Sumargo @Curhat Bang Denny Sumargo yang ditayangkan mulai Jumat (14/11/2025).
Denny mewawancarai Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Devi Sujana, Kanit Reskrim Polsek Panakkukang Iptu Nasrullah, dan Kasubnit 2 Jatanras Polrestabes Makassar Ipda Sufriadi Gafar.
Baca Juga: Sosok Iptu Nasrullah Polisi Penyelamat Balita Bilqis Ternyata Hafiz Al Quran, Suka Minta Doa Ulama
AKBP Devi menyebutkan, kasus ini dilaporkan tanggal 2 November ke Polrestabes Makassar dan satu hari itu juga didapatkan pelaku Sri Yuliana.
Namun ternyata korban sudah dijual dan dijemput langsung ke Makassar oleh pelaku Nadia Hutri dan dibawa ke Jakarta hingga ke Jambi.
Nadia Hutri lalu menjual Bilqis ke Meriana (42) dan Adi Saputra (36) di Jambi seharga Rp30 juta. Nadia sengaja mengantar Bilqis ke Jambi dengan naik pesawat.
“Tiba-tiba ada petunjuk, suaminya, si AD ini salat Jumat di masjid,” kata Iptu Nasrullah.
Lalu tim Polrestabes Makassar mengelilingi si Adi Saputra di masjid tanpa diketahui oleh yang bersangkutan untuk menjaga kemungkinan dia kabur atau hal lainnya.
Usai salat Jumat, tim lalu mengikuti Adi Saputra hingga ke rumahnya di Kerinci. Pada mulanya Meriana tidak mau mengaku telah membeli Bilqis dari Nadia Hutri.
“Introgasi yang mendalam akhirnya dia ngaku. Sudah terjual Pak Rp 80 juta ke Mentawai (Merangin),” kata Nasrullah menirukan percakapan saat itu.
Ternyata pelaku Meriana dan Adi Saputra kembali menjual korban Bilqis seharga Rp80 juta kepada seorang warga Merangin Jambi yang merupakan teman Meriana berinisial LS.
“Ada orang lain lagi, dia jual Rp 85 juta ke LS. Dia (Meriana) untung Rp 5 juta,” jelas Kasat Reskrim AKBP Devi Sujana.
Setelah di Merangin, korban Bilqis akhirnya dijual oleh LS ke Suku Anak Dalam di Merangin Jambi.
Enam Hari Tak Mandi
Saking lamanya menunggu proses negosiasi dengan Suku Anak Dalam, sehingga tim polisi sampai tersulut emosi. Ipda Gafar sampai mengeluarkan ultimatum saat negosiasi itu.
“Kami tidak akan pulang sebelum anakku itu kami bawa pulang,” ujar Ipda Supriadi Gafar saat itu.
“Anak itu sudah kami anggap anak kami sendiri,”kata Ipda Gafar lagi saat proses negosiasi itu.
Selama proses pencarian dan negosiasi ini, tim Polrestabes Makassar tidak mandi selama enam hari, tidak menginap di hotel dan hanya tidur di dalam mobil.
“Enam hari tak mandi juga mereka. Karena tidur di mobil, ” kata Kasat Reskrim AKBP Devi saat wawancara itu.
“Enggak ada tidur di hotel. Tidur di mobil dan musolla,” tambah Ipda Supriadi Gafar sambil senyum-senyum.
“Sejarah penyidik itu ya seru begitu. Tapi seru,” timpal Denny Sumargo.
Podcast ini diberi judul “Empat Kali Pindah Tangan, Sindikat Perdagangan Anak di Makassar Terbongkar”.***



.webp)
