POJOKSATU.ID – Pagi buta di kawasan Buleleng, Bali, seharusnya menjadi momen wisata yang penuh antusias bagi rombongan turis asal China.

Tetapi suasana cerah itu berubah menjadi duka mendalam ketika sebuah minibus Toyota Hiace yang mereka tumpangi hilang kendali di jalan menurun Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada.

Dalam hitungan detik, mobil keluar jalur, masuk ke kebun warga, lalu menabrak pohon hingga terpental.

Baca Juga: Apa yang Terjadi Jika PPG Tidak Linier? Ini Pengaruhnya terhadap Sertifikasi dan Tunjangan Profesi Guru

Lima wisatawan tewas seketika, delapan lainnya dilarikan ke rumah sakit dengan luka serius.

Peristiwa ini bukan sekadar kecelakaan wisata biasa.

Ia meninggalkan jejak pertanyaan tentang keselamatan transportasi wisata di Bali sebuah pulau yang menjadi magnet jutaan turis setiap tahun.

Kecelakaan terjadi pada Jumat, 14 November 2025 sekitar pukul 04.30 WITA, saat rombongan 13 wisatawan asal China dalam perjalanan menuju kawasan wisata di Bali Utara.

Baca Juga: Viral Ucapan “Sampai Kiamat Kurang Dua Hari” Soal Mafia Tanah, Kritik untuk Nusron Mengalir Deras!

Minibus Hiace berpelat N 7605 TA melaju di jalur Denpasar–Singaraja, sebuah lintasan yang dikenal memiliki turunan tajam dan tikungan panjang.

Menurut laporan polisi dan hasil olah TKP yang dilansir media kredibel, jalan dalam kondisi kering dan cerah, tanpa hambatan.

Namun saat melewati KM 7,7, kendaraan tiba-tiba kehilangan kendali, keluar dari jalur, lalu menghantam pohon besar di kebun warga.

Baca Juga: Angka Inflasi Kota Depok Tercatat Tembus 0,47 Persen Selama Periode Oktober 2025

Polisi menyebut tidak ditemukan bekas pengereman, indikasi bahwa sopir mungkin tidak sempat menahan laju kendaraan ataupun mengalami kendala teknis pada rem.

Dampaknya fatal. Mobil terpental setelah menabrak pohon, membuat para penumpang terpukul keras oleh benturan.

Situasi yang seharusnya penuh canda dan rencana perjalanan berubah dalam sekejap menjadi kepanikan total.

Baca Juga: Viral! Siswa di Mamuju Dikeroyok 7 Orang Terekam CCTV, Polisi Buru Motif dan Dalang Utama

Dari total 13 wisatawan, 5 orang meninggal dunia di lokasi kejadian. Identitas mereka telah dipublikasikan oleh pihak berwenang melalui laporan media nasional, yaitu:

Xu Huangyuan (66)

Xu Mingbiao (61)

Xu Yuexiang (52)

Zhong Yuemei (63)

Xu Huijuan (61)

Sementara 8 korban luka lainnya dilarikan ke RS KDH dan RS BROS Singaraja.

Baca Juga: Satu Honorer TMS Jadi Sorotan Disaat Proses Pertek PPPK di Bengkulu Hampir Rampung

Mereka mengalami luka berat hingga membutuhkan perawatan intensif, dengan rentang usia 5 hingga 74 tahun. Identitas di antaranya:

Xu Yuehao (62)

Xu Lihua (62)

Xu Shaoling (62)

Yang Junle (35)

Deng Zhimian (66)

Xu Jianchao (74)

Chen Jiao (36)

Yang Chuxuan (5)

Kasus ini menarik perhatian karena mayoritas korban adalah wisatawan lanjut usia yang datang untuk menikmati liburan damai di Bali.

Baca Juga: Bullying Menggila, Pemprov Banten Perintahkan Sekolah Perketat Pengawasan

Ruas Denpasar–Singaraja, khususnya wilayah Padangbulia, memang terkenal sebagai jalur yang membutuhkan kewaspadaan ekstra.

Kombinasi turunan panjang, tikungan tajam, dan kecepatan kendaraan yang sering tidak disadari meningkat menjadi faktor risiko utama.

Beberapa pengemudi lokal bahkan menyebut jalur ini sebagai “turunan tak terasa”—di mana kendaraan dapat melaju jauh lebih cepat dari yang diperkirakan sopir.

Bagi wisatawan asing yang tidak terbiasa, risiko ini menjadi semakin besar ketika pengemudi tidak benar-benar memahami karakteristik rute.

Baca Juga: Angka Inflasi Kota Depok Tercatat Tembus 0,47 Persen Selama Periode Oktober 2025

Tragedi Hiace di Buleleng menjadi pengingat bahwa pariwisata tidak hanya soal destinasi indah, tetapi juga keselamatan mengantar setiap tamu yang datang.

Lima nyawa melayang dalam perjalanan yang seharusnya penuh kegembiraan, sementara delapan lainnya masih berjuang pulih.

Penyelidikan terus berlangsung dan publik berharap kejadian seperti ini menjadi pembelajaran kolektif bagi operator wisata, pemerintah daerah, hingga otoritas pusat agar standar keselamatan transportasi wisata semakin kuat.

Bali adalah rumah bagi jutaan wisatawan. Dan di rumah, keselamatan seharusnya selalu menjadi prioritas.***