POJOKSATU.ID Rumah milik anggota DPR nonaktif, Ahmad Sahroni, di Tanjung Priok, Jakarta Utara, akhirnya dibongkar hingga rata dengan tanah.

Sebuah ekskavator terlihat bekerja menghancurkan bangunan yang sebelumnya porak-poranda akibat penjarahan besar yang terjadi pada Agustus 2025.

Puing-puing berserakan, sementara pekerja mulai memilah besi dan material lain yang masih bisa diselamatkan.

Baca Juga: Heboh Daging Ayam Beraroma Tak Sedap, Puluhan Murid di Bogor Dilarikan ke Puskesmas

Truk pengangkut pun silih berganti masuk, menandai dimulainya proses merobohkan rumah yang pernah menjadi saksi gejolak sosial itu.

Pembongkaran ini bukan langkah mendadak. Sahroni sudah lama mempertimbangkannya sejak rumahnya diserbu massa, dirusak, dan dijarah habis-habisan.

Dari perabot hingga dokumen pribadi, tidak ada yang luput dari amukan massa. Lemari, pakaian, kulkas, hingga ijazah dan sertifikat tanah pun hilang dibawa.

Baca Juga: Heboh! di Madura Penemuan Gua di Pamekasan Diklaim Tembus Makassar, Benarkah?

Bahkan kaca-kaca rumah pecah dan mobil mewahnya tak luput dari kerusakan.

Menurut Sahroni, kondisi bangunan itu sudah tidak layak lagi untuk ditempati. Dinding-dindingnya rusak parah, dan banyak bagian rumah yang runtuh akibat dihantam massa.

Ia akhirnya memutuskan untuk merobohkan seluruh bangunan dan membangunnya kembali dari nol.

Hal ini juga dikonfirmasi oleh pekerja yang berada di lokasi, yang mengatakan bahwa akan ada pembangunan ulang dalam waktu dekat.

Baca Juga: Heboh Video BPOM Razia Minuman Siap Saji, Benarkah Power F dan Ale-Ale Berbahaya untuk Anak?

Karena itu, sebelum proses pembongkaran dimulai, Sahroni bersama warga sekitar menggelar sebuah pengajian.

Sebuah bentuk refleksi, sekaligus ikhtiar untuk menutup bab gelap dari penjarahan yang sempat menggemparkan publik.

Peristiwa penjarahan rumah Sahroni mencuri perhatian nasional. Bagaimana tidak, rumah seorang pejabat publik diserbu massa hingga habis.

Baca Juga: Nama Faisal Tanjung Disorot, Laporannya Bikin Dua Guru Dipecat dan Hampir Penjara, Honorer Tetap Tak Digaji

Dalam rekaman yang beredar, terlihat warga mengangkut berbagai barang dari dalam rumah.

Sahroni kala itu menulis di media sosial tentang keterkejutannya melihat rumahnya luluh lantak bukan hanya kehilangan harta, tetapi kehilangan ruang pribadi yang penuh kenangan.

Unggahan lamanya pun kembali disorot publik. Dalam sebuah postingan pada bulan Mei, Sahroni sempat menyebutkan keinginan untuk membongkar rumah karena lama tidak ditempati.

Bagi sebagian orang, postingan itu seolah menjadi bayangan situasi yang terjadi kemudian, memantik diskusi baru di tengah publik.

Baca Juga: Side Job yang Cocok untuk Gen Z! Peluang Tambahan Penghasilan di Era Digital

Pembongkaran rumah ini memunculkan dua sisi reaksi publik.

Di satu sisi, banyak yang memahami bahwa rumah tersebut memang sudah sangat rusak dan tidak layak huni.

Wajar jika Sahroni ingin membangunnya kembali. Bahkan beberapa tetangga menyebut bahwa langkah ini adalah proses bangkit dari musibah.

Namun, ada pula yang berspekulasi bahwa pembongkaran dilakukan untuk menutup jejak atau menghindari sorotan lanjutan dari publik terkait penjarahan tersebut.

Baca Juga: Putih Sari Sosialisasikan Program Makan Bergizi Gratis di Rawamerta Karawang

Sahroni membantah anggapan itu dan menegaskan bahwa rumah akan dibangun lagi di tempat yang sama sebuah simbol bahwa ia tidak lari dari peristiwa itu, melainkan menatanya kembali.

Kini rumah itu tinggal puing. Namun bagi Sahroni, langkah ini adalah simbol dari upaya membangun kembali bukan hanya bangunan, tetapi juga ketenangan bagi keluarganya.

Proses pembangunan ulang juga menjadi cara untuk menata kembali hubungan sosial di lingkungan Tanjung Priok yang sempat ikut terguncang oleh penjarahan tersebut.

Puing-puing yang diangkut itu bukan hanya reruntuhan bangunan, tetapi juga fragmen dari konflik sosial yang sempat menyala.

Ketika alat berat meratakan sisa bangunan, bagi sebagian warga itu menjadi pertanda bahwa ada bab baru yang siap dibuka.***