POJOKSATU.id, BOGOR—Fakta baru terungkap terkait jatuhnya mahasiswi Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Pakuan (Unpak) Bogor, Ira Siti Nurazizah.
Ternyata mahasiswi semester tiga ini diduga ingin bunuh diri dengan sengaja menjatuhkan diri dari lantai tiga gedung kampus di Fakultas Ekonomi Bisnis.
Video saat korban terjatuh sempat viral di media sosial Instagram dan warganet sempat menduga kecelakaan atau ketidaksengajaan.
Kapolsek Bogor Tengah Kompol Waluyo membenarkan adanya indikasi bunuh diri dari mahasiswi ini.
Baca Juga: Cara Menjaga Konsistensi Data Dapodik agar Hak Sertifikasi Guru Tidak Bermasalah
Menurut Waluyo, penyidik menemukan surat tulisan tangan korban berisi ungkapan perasaan korban yang merasa gagal menjadi anak yang baik.
Temuan tersebut menjadi salah satu dasar dugaan sementara bahwa korban berniat mengakhiri hidupnya dari lantai tiga.
“Dugaan sementara ada indikasi bunuh diri, indikasi sementara ke situ. Karena tim penyidik di lapangan menemukan surat itu,” tegas Waluyo.
Waluyo juga mengungkap isi surat yang ditulis tangan korban menggunakan tinta hitam dan ditujukan kepada kedua orangtua korban.
Isinya permintaan maaf ke ibu dan bapaknya dimana korban mengaku tidak bisa apa memenuhi harapan orangtunya.
Baca Juga: Identitas dan Kondisi Terbaru Mahasiswi Ekonomi Bisnis Unpak Terjatuh dari Lantai 3 Gedung Fakultas
“Begitu kira-kira kurang lebih,” ujar Waluyo.
Meski demikian, polisi masih terus mengumpulkan keterangan tambahan untuk memastikan motif dan kronologi peristiwa tersebut.
Korban Siuman
Usai terjatuh dari lantai tiga pada Rabu siang (12/11), korban sudah siuman atau sadar dari kondisi kritis yang sempat dialaminya.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Pakuan Bogor, Singgih Irianto, kepada wartawan, Jumat (14/11/2025) mengatakan korban masih dirawat di rumah sakit. Dan kondisinya sudah sadar atau siuman.
Diketahui, pihak Unpak telah bertemu dengan keluarga korban dan memastikan Ira mendapatkan perawatan medis yang optimal.
Kampus Unpak juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya terkait peristiwa ini.***




