POJOKSATU.ID - Suasana di ruang rapat Komisi XII DPR RI dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral berubah tak hanya serius.
Tetapi juga santai ketika seorang legislator dari fraksi besar memberi sindiran manis yang bikin semua ikut bergurau.
Momennya terjadi pada Selasa 11 November 2025 di Gedung Nusantara I, Senayan, saat rapat kerja membahas kinerja menteri dan program strategis sektor energi.
Anggota Komisi XII, Yulian Gunhar dari fraksi PDIP membuka sambutannya dengan pujian atas langkah-langkah kementerian.
“Isu-isu strategis seperti BBM satu harga dan akuisisi 51 persen saham Freeport Indonesia benar-benar membuat rakyat merasa negara hadir,” ujarnya, dikutip dari Detik, Selasa 11 November 2025.
Setelah itu tiba-tiba suasana mencair ketika Yulian menambahkan candaan ringan:
“Ke depan bisa jadi menteri lagi. Bahkan kalau Ketua Umum Partai ini bisa jadi Wapres barang ini. Itu cuman jokes-nya saja.”
Pernyataan ini diarahkan kepada Bahlil Lahadalia, yang saat ini menjabat Menteri ESDM dan juga Ketua Umum salah satu partai besar.
Baca Juga: Pelaku Bom SMAN 72 Kelapa Gading Terinspirasi Konten Kekerasan Internet, Tulis Manusia Hama
Bahlil pun merespons dengan senyum dan geleng-geleng kepala, menandakan sikap santai sekaligus rendah hati.
Meski disampaikan sebagai gurauan, candaan tersebut bukan tanpa makna.
Rapat yang awalnya membahas angka, target, dan kebijakan pun mengungkap dinamika politik dan figur yang mulai diperhitungkan secara publik.
Yulian sendiri menegaskan bahwa dukungannya bersifat konstruktif dan bukan upaya pencitraan.
“Koreksi dan masukan yang kami sampaikan ini bukan untuk menjatuhkan, melainkan untuk memastikan agar program strategis benar-benar berjalan sesuai kepentingan rakyat.”
Di tengah pembahasan serius mengenai transparansi, penegakan hukum tambang ilegal dan realisasi lifting migas.
Kehadiran unsur ringan di rapat tersebut memberi warna tersendiri.
Keberadaan candaan ini mencerminkan bahwa hubungan eksekutif dan legislatif.
Meski berjalan di ranah kontrol dan pengawasan, juga mempertahankan sisi manusiawi.
Bagi Bahlil, momen tersebut menjadi refleksi publik bahwa posisi dan tanggung jawabnya tengah diperhatikan secara lebih luas.
Sedangkan bagi DPR, candaan itu menjadi pengingat bahwa selain fungsi teknis, rapat kerja juga menjadi ajang relasi antarfigur politik.
Meski demikian, rapat itu menegaskan kembali bahwa harapan DPR masih sangat tinggi.
Baca Juga: Big Bad Wolf Books Kembali ke Medan! BBW Hadirkan 1 Juta Buku dan Diskon 80 Persen
Kementerian ESDM diminta untuk menyajikan data yang komprehensif dan akuntabel, terutama terkait Direktorat Jenderal Minerba dan Gakkum.
Dua lembaga yang menurut DPR masih “kabur” dalam laporan 2025–2026.
Dari kursi rapat yang tadinya dipenuhi angka dan target, muncul momen ringan namun penuh makna.
Candaan “Bahlil bisa jadi Wapres” mengundang tawa, tapi juga menyisipkan pesan.
Bahwa figur menteri saat ini bukan sekadar membawahi sektor strategis, tetapi juga berada dalam sorotan politik yang lebih luas.***



.webp)
