POJOKSATU.id - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Arif Satria sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025).

Bersamanya, Amarulla Octavian turut dilantik sebagai Wakil Kepala BRIN.

Pelantikan ini berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 123/P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala BRIN.

Arif menggantikan Laksana Tri Handoko yang telah menjabat sejak 2021.

Upacara pelantikan diawali dengan pengucapan sumpah jabatan yang dipandu langsung oleh Presiden Prabowo.

“Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara,” ucap Prabowo, diikuti oleh pejabat yang dilantik.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tetapkan 10 Pahlawan Nasional 2025, Ada Gus Dur dan Soeharto, Ini Daftar Lengkapnya

Setelah itu, prosesi dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pelantikan, lalu Presiden dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming memberikan ucapan selamat kepada keduanya.

Hadir pula sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk para menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Pelantikan tersebut turut dibarengi dengan pengisian posisi lain, salah satunya Dwiarso Budi Santiarto yang resmi menjabat sebagai Wakil Ketua Mahkamah Agung bidang non-yudisial.

Lepas Jabatan Rektor IPB

Usai dilantik, Arif Satria menegaskan akan segera mengundurkan diri dari posisinya sebagai Rektor IPB University.

“Ya, harus diganti (rektornya),” ujarnya seusai acara.

Ia menjelaskan bahwa aturan di IPB tidak memperbolehkan rektor merangkap jabatan, sehingga dirinya akan fokus penuh memimpin BRIN.

“Salah satu aturan yang ada di IPB, saya harus melepas jabatan rektor di IPB. Itu karena tugas di sini (BRIN),” ujarnya.

Baca Juga: Arif Satria Dilantik Jadi Kepala BRIN, Siap Mundur dari Jabatan Rektor IPB

Kawal Program Prioritas Prabowo

Arif Satria selama ini dikenal sebagai figur dengan pengalaman kuat di bidang riset dan inovasi.

Penunjukannya diharapkan membawa perubahan signifikan bagi BRIN, lembaga yang memegang peran strategis dalam mengoordinasikan kebijakan riset dan inovasi nasional di Indonesia.

"Hari ini ada penugasan untuk saya, dan bidang yang ditugaskan sesuai dengan bidang yang selama ini saya geluti," ujarnya.

Sebagai Kepala BRIN, Arif Satria akan memikul tugas memperkuat sinergi riset antara pemerintah, akademisi, dan industri guna mempercepat pembangunan inovasi nasional.

Dengan rekam jejak yang dimiliki, ia diharapkan dapat mengoptimalkan fungsi riset dan inovasi sebagai penggerak ekonomi berbasis pengetahuan.

BRIN juga dituntut untuk mampu menyesuaikan arah program inovasinya dengan kebijakan nasional.

Kehadiran Amarulla Octavian sebagai Wakil Kepala BRIN semakin memperkuat struktur kepemimpinan lembaga tersebut dalam menghadapi tantangan riset yang semakin kompleks.

Baca Juga: Mengenang Operasi Militer Jenderal Soeharto, Karirnya Melesat Sampai Dinobatkan Sebagai Pahlawan Nasional

Pemerintah menegaskan pentingnya riset terintegrasi dan kolaborasi lintas sektor untuk mencapai kemajuan berkelanjutan.

Arif juga mengungkapkan bahwa dirinya sudah lama menjalin komunikasi dengan Presiden Prabowo, termasuk dalam forum para rektor dan pertemuan dengan pimpinan ormas.

“Saya banyak menangkap pesan-pesan beliau terkait arah Indonesia ke depan. Dan insyaallah BRIN akan mengawal program-program prioritas dari Bapak Presiden terkait dengan soal pangan, energi, dan air,” tutur Arif.

Dengan latar belakang akademik dan kepemimpinan di dunia kampus, publik menaruh harapan besar agar BRIN makin kuat dan berdampak nyata bagi kemajuan Indonesia. ***