POJOKSATU.ID – Ledakan di lingkungan SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, masih menjadi perhatian serius pemerintah dan parlemen.
Komisi I DPR RI dijadwalkan akan menggelar rapat bersama Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dan TNI pada Selasa (11/11/2025).
Membahas sejumlah isu strategis, termasuk insiden tragis di sekolah negeri tersebut.
Baca Juga: Gelombang Protes Muncul Soeharto Dinobatkan Pahlawan Nasional, Mulai Rocky Gerung hingga Andi Arief
Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono, mengatakan pertemuan itu awalnya dijadwalkan membahas agenda pertahanan dan keamanan nasional.
Namun, peristiwa ledakan di SMAN 72 akan menjadi salah satu pokok bahasan penting.
Ledakan Guncang Sekolah di Kompleks Kodamar
Insiden mengejutkan itu terjadi Jumat (7/11/2025) sekitar pukul 12.15 WIB, bertepatan dengan waktu salat Jumat.
Baca Juga: DPR RI Apresiasi PLTU Cirebon Power Jadi Contoh Pembangkit Ramah Lingkungan
Sekolah yang berada di kompleks Kodamar TNI AL, Kelapa Gading, sontak menjadi pusat kepanikan setelah dua ledakan terdengar berturut-turut dari arah berbeda.
Saksi mata menyebut, ledakan pertama terdengar dari arah masjid sekolah saat khotbah Jumat berlangsung.
Tak lama kemudian, ledakan kedua mengguncang area taman baca dan bank sampah di lingkungan sekolah.
Peristiwa itu menyebabkan puluhan siswa dan warga sekitar mengalami luka bakar serta luka akibat serpihan.
Suasana panik menyelimuti kompleks sekolah dan pemukiman di sekitarnya.
Dalam perkembangan penyelidikan, polisi menemukan fakta mengejutkan terduga pelaku adalah salah satu siswa SMAN 72 sendiri.
Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, AKBP Mayndra Eka Wardhana, mengungkapkan pelaku membawa tujuh bahan peledak rakitan ke lingkungan sekolah.
Baca Juga: Teladan Bagi Generasi Muda, Tole Iskandar Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Dari tujuh bom rakitan tersebut, empat di antaranya meledak di dua lokasi berbeda, sementara tiga lainnya berhasil diamankan oleh aparat.
Polisi hingga kini masih mendalami motif dan jaringan di balik tindakan pelaku, termasuk kemungkinan ada pihak lain yang terlibat atau membantu.
DPR Minta Evaluasi Sistem Keamanan Sekolah
Menanggapi insiden tersebut, Komisi I DPR menyatakan keprihatinan mendalam.
Baca Juga: Tak Disangka! Taiwan Jadi Negara Paling Sehat di Dunia, Indonesia Cuma Peringkat 109
Menurut Dave Laksono, DPR akan menunggu hasil penyelidikan resmi dari Polri dan Densus 88 sebelum mengambil sikap politik atau rekomendasi kebijakan.
pentingnya peningkatan keamanan di lingkungan pendidikan, terutama yang berlokasi di area strategis seperti kompleks militer.
Ia menilai kasus ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak untuk memperkuat sistem deteksi dini terhadap potensi ancaman di sekolah.
Warganet ramai menyerukan agar pemerintah memperketat pengawasan bahan berbahaya di lingkungan pendidikan serta memperkuat edukasi keamanan dan literasi digital di kalangan pelajar.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan disebut akan menyampaikan laporan komprehensif pada rapat bersama DPR besok.
Baca Juga: Sekolah Terpadu di IKN Siap Beroperasi, Basuki Hadimuljono Segera Lapor ke Presiden Prabowo
Termasuk hasil koordinasi dengan TNI dan Polri soal penanganan pasca-ledakan.
Pihak sekolah sendiri hingga kini masih berupaya memulihkan kondisi psikologis para siswa dan guru.
Aktivitas belajar sempat dihentikan sementara hingga proses sterilisasi area selesai dilakukan oleh tim penjinak bom dan Laboratorium Forensik Polri.
Baca Juga: DPUPR Kabupaten Bogor Lakukan Normalisasi Irigasi di Tenjolaya untuk Cegah Banjir
Tragedi di SMAN 72 Jakarta menjadi alarm bagi semua pihak bahwa isu keamanan sekolah tak bisa dipandang sepele.
Kejadian ini bukan hanya soal hukum, tapi juga tanggung jawab bersama untuk memastikan ruang belajar tetap aman bagi generasi muda.
Komisi I DPR berharap rapat dengan Kemenhan dan TNI bisa menghasilkan langkah konkret dalam memperkuat koordinasi keamanan nasional, termasuk di sektor pendidikan.***




