POJOKSATU.id – Nama M. Ikhlas Thamrin kini ramai diperbincangkan setelah memperkenalkan BOBIBOS — singkatan dari Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos! — bahan bakar alternatif yang diklaim ramah lingkungan, beroktan tinggi, dan hasil riset mandiri lebih dari satu dekade.
Di balik inovasi besar itu, tersimpan perjalanan panjang penuh semangat, idealisme, dan perubahan cara pandang seorang aktivis kampus yang bertransformasi menjadi peneliti energi terbarukan.
Dari Aktivis ke Peneliti
Ikhlas Thamrin adalah alumnus Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, angkatan 2001, yang menyelesaikan studinya sekitar tahun 2005.
Semasa kuliah, ia dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan pergerakan mahasiswa, termasuk aksi menolak kenaikan harga BBM di awal 2000-an.
Baca Juga: Ramai BOBIBOS, BBM Alternatif Ramah Lingkungan, Disebut SIAP GANTIKAN Pertamax Turbo
“Saat menjadi mahasiswa dulu, saya sering sekali berdemo,” ujarnya dalam acara Wedangan IKA UNS ke-102.
Ia bercerita bahwa dulu kerap turun ke jalan untuk menyuarakan penolakan terhadap kebijakan energi yang dianggap tidak berpihak pada rakyat.
Namun, setelah lulus, cara pandangnya berubah total.
“Saya ingat betul pernah berdemo di Jakarta untuk menolak kenaikan harga BBM. Tapi setelah lulus, saya mulai berpikir, apa yang bisa saya lakukan untuk memberi solusi,” kata Ikhlas.
Menemukan Jalan Riset Energi
Berangkat dari keresahan terhadap ketergantungan Indonesia pada energi impor, sejak 2007 Ikhlas mulai menekuni riset di bidang energi terbarukan.
Tahun 2015, ia mendirikan PT Baterai Freeneg Generasi, sebuah perusahaan yang bergerak di pengembangan energi listrik berbasis pulsa.
Melalui perusahaan itu, ia melahirkan dua produk unik yaitu kompor dan motor listrik berbasis token pulsa.
Pengguna cukup mengisi pulsa layaknya membeli token listrik PLN untuk menyalakan perangkat, tanpa perlu ke stasiun pengisian daya.
Inovasinya bahkan telah mendapatkan sertifikat paten dari International Certificate Testing Technology (ICTT) — bukti pengakuan global terhadap hasil karyanya.
Baca Juga: Harga BBM Non-Subsidi Naik Lagi, Pertamina Pastikan Kenaikan Bersifat Tertarget dan Rasional
Lahirnya BOBIBOS
Perjalanan panjang riset Ikhlas akhirnya berbuah pada penemuan baru: BOBIBOS.
Bobibos lahir sebagai bahan bakar nabati dengan Research Octane Number (RON) mencapai 98 dan emisi yang diklaim hampir nol.
Acara peluncurannya digelar di Bumi Sultan Jonggol, Kabupaten Bogor, pada Minggu (2/11/2025), disaksikan oleh tokoh masyarakat dan pelaku usaha nasional seperti Mulyadi, anggota DPR RI dan H. Amir Mahpud, pemilik PT Primajasa Perdanaraya Utama.
“Setelah lebih dari 10 tahun riset mandiri, akhirnya kami menghadirkan bahan bakar yang murah, aman, dan beremisi rendah,” ungkap Ikhlas dengan penuh keyakinan.
Nama BOBIBOS sendiri lahir dari semangat nasionalisme — singkatan Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos! — yang menegaskan identitasnya sebagai produk lokal.
Menariknya, bahan bakar ini berasal dari tanaman yang dapat dibudidayakan di lahan persawahan, sehingga tidak hanya memperkuat ketahanan energi, tapi juga mendukung ketahanan pangan nasional.
“BOBIBOS bukan hanya energi, tapi juga harapan. Kita ingin sawah tidak hanya menumbuhkan pangan, tetapi juga energi,” ujarnya.
Baca Juga: Kuota Impor BBM Naik 110%, Swasta Dapat Porsi Lebih Besar
Mimpi Membangun Ekosistem Energi 2030
Sebagai Direktur Utama PT Baterai Freeneg Generasi, Ikhlas kini berfokus pada tiga pilar: inovasi teknologi, kedaulatan manufaktur, dan digitalisasi ekonomi.
Ia menargetkan pada 2030, Indonesia sudah memiliki ekosistem listrik dan energi mandiri.
Ia terinspirasi dari pelajaran masa kuliah yang masih diingatnya sampai hari ini.
“Pak Drajat pernah bilang, kalau kita mau melakukan perubahan ada empat syarat: nilai, social movement, hero, dan momentum. Empat hal itu saya pegang betul dan saya jalankan,” tuturnya.
Ya, kini M. Ikhlas Thamrin menjadi sosok yang berjuang lewat ilmu pengetahuan.
Ia tak lagi sekadar menolak, tapi menciptakan solusi. ***




