POJOKSATU.id, JAKARTA—Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi dianggap cari selamat sekaitan rencananya mau masuk ke Partai Gerindra atau partai besutan Presiden Prabowo.

Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto menilai, manuver Budi Arie itu sengaja dilakukan untuk menghindari jeratan hukum dalam kasus pengamanan situs judol semasa dia menjabat Menkominfo era Presiden Jokowi.

"Budi Arie memang sengaja mengarah ke Gerindra untuk cari selamat atas kasus judol yang masuk list," kata Hari Purwanto, Minggu (2/11).

Nama Budi Arie beberapa kali disebut dalam persidangan kasus pengamanan situs judol agar tidak terblokir Kominfo.

Baca Juga: Tarif BPJS Kesehatan Masih Sama di November 2025, Cek Detail Pembayaran Tiap Kelas!

Nama Budi Arie muncul dalam surat dakwaan jaksa terhadap para terdakwa, termasuk Zulkarnain Apriliantony, Adhi Kismanto Murhijran, dan lainnya, terkait praktik perlindungan situs judol.

Pandangan Hari, Budi Arie ingin loncat ke Gerindra karena kapasitas partai yang dipimpin Prabowo Subianto kini menjadi partai penguasa. Budi Arie juga berharap dapat perlindungan dari Prabowo.

Hal inilah yang patut diwaspadai Prabowo sebagai nakhoda Gerindra.

"Strategi masuk ke Gerindra memang sengaja dan bisa mengganggu konstelasi politik. Agenda Prabowo akan terganjal jika Budi Arie diterima masuk Gerindra," katanya.

Baca Juga: Iuran BPJS Diputihkan Mulai 2025, Cek Siapa Saja yang Dapat Penghapusan Tunggakan

Seperti diketahui, hasil Kongres Projo ke-III kembali menempatkan Budi Arie Setiadi sebagai Ketum Projo 2025-2030.

"Hasil aklamasi seluruh peserta Kongres Projo ke-III memutuskan, menetapkan Budi Arie Setiadi sebagai Ketum DPP Projo periode 2025 sampai 2030," ujar pemimpin sidang kongres, Fredy Damanik di Hotel Sahid, Jakarta, Minggu (2/11/2025).

Dalam kongres ketiga ini, salah satu agenda penting yang dibahas adalah perubahan logo organisasi.

Budi Arie Setiadi, menjelaskan nantinya logo Projo tidak lagi menggunakan wajah Jokowi.

Ia menegaskan perubahan logo ini menjadi langkah transformasi organisasi sekaligus penegasan bahwa Projo tidak mengultuskan individu tertentu.

"Projo akan melakukan transformasi organisasi, yang salah satunya adalah kemungkinan mengubah logo Projo. Logo Projo akan kita ubah supaya tidak terkesan kultus individu,” jelas Budi Arie.

“Iya, kemungkinan (bukan logo Jokowi lagi)," ujarnya lagi.***