POJOKSATU.id, JAKARTA—Pengamat politik, Hari Purwanto, menilai mantan Presiden Jokowi dan Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) sebagai orang yang bertanggung jawab dan otak di balik kasus kereta cepat Whoosh.

Hari yang juga Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR) ini menilai jejak digital Luhut dan Jokowi mudah ditemukan di media online terkait Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) ini.

Dia merespons penyelidikan KPK terhadap dugaan tindak pidana korupsi kereta cepat Jakarta-Bandung ini.

Baca Juga: Ubah Alamat KTP dan KK Bisa dari Rumah, Begini Cara Pindah Domisili Online Lewat Dukcapil

"Jokowi dan LBP orang yang bertanggung jawab dan otak di balik kasus Whoosh. Jejak digital media atas perkataannya mudah ditemui," kata Hari Purwanto, Rabu (29/10).

Untuk mempermudah penyelidikan, KPK bisa memanggil pakar dan pejabat terkait sebagai saksi untuk mengumpulkan bukti kuat dugaan rasuah Whoosh.

"Berita terbaru juga muncul perbandingan proyek kereta cepat Arab Saudi dan Indonesia sangat jauh berbeda,” katanya.

“Pembiayaannya saja sangat berbeda, Arab hanya menghabiskan Rp112 triliun (1.500 km) , sedangkan Indonesia Rp113 triliun (142,3 km)," tegas Hari.

Baca Juga: Mahfud Bela Luhut Pandjaitan di Kereta Cepat Whoosh, Dia Diberi Tugas Sesudah Kasus Bocor

Diketahui, upaya KPK menyelidiki proyek Whoosh menjadi kabar baik lantaran proyek ini berimbas beban negara yang dipaksa menanggung utang mencapai lebih dari Rp118 triliun belum termasuk bunga tetap 3,2 persen per tahun.

Kereta Cepat Arab Saudi

Publik ramai membandingkan proyek kereta cepat Indonesia, Whoosh, dengan proyek Saudi Landbridge di Arab Saudi.

Arab Saudi mampu membangun jalur kereta cepat 1.500 kilometer dengan biaya sekitar Rp112 triliun. Sementara Whoosh yang hanya sepanjang 142 kilometer menelan biaya Rp113 triliun.

Dari sisi angka, proyek Saudi tampak lebih efisien. Namun, pengamat menekankan bahwa tujuan kedua proyek berbeda.

Landbridge fokus pada logistik dan konektivitas antar kota serta pelabuhan. Sedangkan Whoosh menitikberatkan pada transportasi penumpang antar kota besar.

Sebelumnya, Arab Saudi juga sudah memiliki kereta cepat antara Mekkah dan Madinah yang dibangun dari hasil kerja sama antara Arab Saudi dan konsorsium perusahaan Spanyol serta perusahaan-perusahaan Saudi.

Perusahaan Spanyol seperti Talgo dan Renfe terlibat dalam pembuatan keretanya dan infrastruktur, sementara konsorsium perusahaan Saudi juga berperan dalam pembangunan.***