POJOKSATU.id, DENPASAR—Kapolsek Denpasar Barat Kompol Laksmi Trisnadewi Wieryawan menggambarkan situasi di lantai 4 gedung FISIP Universitas Udayana (Unud) Bali yang dipagar dan pakai balkon.
Atas situasi ini, Timothy Anugerah Saputra (22) tidak mungkin terpeleset. Timothy dari analisa TKP lebih condong naik dan sengaja menjatuhkan diri dari lantai 4 gedung itu.
"Kalau untuk jatuh terpeleset, tidak ya. Karena kan di sana itu tempat duduk, kemudian ada pagar atau balkon,” kata Kapolsek kepada wartawan, Senin (20/10).
Kapolsek menduga korban naik ke balkon, kemudian sengaja menjatuhkan diri dari lantai 4 gedung.
Baca Juga: CCTV Lantai Empat Rusak, Polresta Denpasar Belum Berani Simpulkan Timothy Anugerah Bunuh Diri
“Jadi lebih memungkinkan korban itu naik, kemudian jatuh seperti itu. Lebih ke unsur sengaja menjatuhkan diri seperti itu, tapi tidak ada saksi yang melihat seperti itu," katanya lagi.
Tiga Saksi Lihat Korban
Disebutkan Kapolsek, ada tiga saksi yang melihat langsung korban Timothy Anugerah Saputra berada di lantai empat sebelum kejadian terjatuh.
Salah satu saksi melihat korban ke luar dari lift di lantai empat. Kemudian korban berjalan dan duduk-duduk di lokasi di mana terakhir ditemukan tas dan sepatu milik korban di lantai empat.
Ketiga saksi yang telah diperiksa polisi mengaku melihat korban berada di sebuah bangku di lantai empat. Namun, karena tidak saling mengenal, para saksi tidak menghiraukan keberadaan korban.
Baca Juga: Polisi Ungkap 15 Menit Sebelum Lompat dari Gedung, Mahasiswa Unud Timothy Anugerah Terlihat Panik
Setelah 10-15 menit kemudian, saksi melihat lagi ke arah tempat duduk korban dan melihat hanya ada sepatu dan tas korban.
"Salah satu saksi menyampaikan, oh ya mungkin punya yang tadi, udah biarkan saja karena tidak kenal seperti itu,” katanya.
“Kemudian, ada juga saksi yang melihat pada saat korban melepas sepatu di lokasi tersebut. Karena juga saksi tidak kenal dengan korban. Jadi, pada saat melihat korban melepas sepatu itu, saksi hanya sekedar melihat," jelasnya lagi.
Para saksi ini kemudian masuk ke dalam kelas dan tidak mengetahui apa yang terjadi dengan korban sesudahnya.
Terekam CCTV Gedung
Berdasarkan hasil olah TKP di Gedung FISIP Unud, perjalanan dari lantai satu ke lantai empat hingga korban jatuh terekam jelas dalam rekaman CCTV.
Kapolsek menjelaskan korban awalnya terekam kamera datang dan tiba di lobi kampus kemudian menuju ke lantai empat.
Namun, tak ada rekaman video yang merekam korban saat sudah sampai di lantai empat sebab kamera CCTV di lantai tersebut tidak berfungsi atau rusak sejak 2023 lalu.
"Memang di lantai empat itu ada CCTV, tetapi CCTV-nya rusak. Kami sudah koordinasi dengan pihak Kampus juga, rusaknya CCTV di lantai empat itu diperkirakan dari sekitaran tahun 2023," kata Kapolsek Laksmi.***




