POJOKSATU.id, JAKARTA— Di tengah kunjungan Presiden Prabowo Subianto menghadiri KTT Perdamaian Gaza di Sharm El-Sheikh, Mesir, beredar info Prabowo akan berkunjung ke Israel.
Presiden Prabowo tiba di Mesir Senin pagi (13/10) sekitar pukul 07.00 waktu setempat untuk menghadiri KTT terkait perdamaian di Gaza.
Kepala Negara didampingi Menlu Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Selama berada di Mesir, Presiden Prabowo dijadwalkan mengikuti rangkaian agenda KTT Perdamaian Sharm El-Sheikh.
Baca Juga: Menlu Bantah Prabowo Bakal ke Israel, Times of Israel Langsung Tulis Artikel Begini
Salah satu agenda penting adalah penandatanganan perjanjian perdamaian dan penghentian perang di Gaza, yang diharapkan menjadi langkah bersejarah dalam mengakhiri konflik berkepanjangan di wilayah tersebut.
KTT ini akan dihadiri Presiden AS Donald Trump, Raja Yordania Abdullah II, Emir Qatar Syekh Thamim bin Hamad Al Thani, Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan.
Kemudian Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Arab Saudi Muhammad bin Salman Al Saud, serta Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.
Menlu Bantah Prabowo ke Israel
Sementara itu, Menlu RI Sugiono menegaskan bahwa Presiden Prabowo tidak memiliki agenda perjalanan ke Israel setelah menghadiri KTT Gaza di Mesir.
Baca Juga: Media Israel Beritakan Presiden Prabowo akan Berkunjung ke Israel, Begini Respon Menlu
“Tidak benar. Sesuai rencana awal, Presiden akan kembali ke tanah air setelah acara di Mesir selesai,” kata Menlu Sugiono dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Senin (13/10).
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul laporan Times of Israel yang menyebut bahwa Prabowo akan melakukan kunjungan bersejarah ke Israel besok, Selasa (14/10).
Media tersebut mengklaim bahwa kunjungan itu akan menjadi yang pertama kali dilakukan oleh seorang kepala negara Indonesia ke Israel.
Serukan Akui Palestina
Presiden Prabowo Subianto menyerukan agar Israel mengakui negara Palestina.
“Indonesia sudah menyampaikan, begitu Palestina diakui oleh Israel, kami siap mengakui Israel dan membuka hubungan diplomatik. Indonesia juga siap mengirim pasukan perdamaian ke kawasan tersebut,” tegas Presiden Prabowo dalam konferensi pers bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025).
Ia kembali menegaskan bahwa solusi dua negara (two-state solution) adalah satu-satunya jalan untuk mencapai perdamaian yang adil dan berkelanjutan.
Indonesia mendukung rencana penyelenggaraan KTT oleh Prancis dan Arab Saudi pada Juni mendatang untuk mendorong penyelesaian konflik di sana.
Namun, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya mengakui hak Israel untuk hidup sebagai negara berdaulat yang keamanannya dijamin.
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas peran aktif Prancis dalam memperjuangkan keadilan dan kemerdekaan Palestina, serta mendesak penghentian kekerasan dan perluasan akses kemanusiaan di Gaza.
“Prancis akan terus mendesak penghentian aksi bersenjata di Gaza dan menyerukan akses kemanusiaan penuh,” ujar Prabowo saat bersama Macron.***




