POJOKSATU.ID - Penantian tanpa adanya kepastian mungkin jadi satu paket perjalanan yang tersirat dalam penerbangan maskapai Batik Air.

Cerita tentang jadwal molor terus diceritakan tanpa henti, tapi Batik Air mengklaim telah melakukan evaluasi dan menilai bahwa keterlambatan tidak diinginkan siapapun.

Kini, Batik Air kembali jadi perbincangan publik, bukan karena pesawat yang delay tapi makanan di kelas bisnis yang ikut-ikutan terlambat, bahkan lupa tersaji.

Baca Juga: Sama-sama Program Pemerintah, Ini Bedanya Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda

Hal tersebut diungkapkan oleh King Abdi di media sosial pribadinya pada hari Sabtu, 11 Oktober 2025.

Jebolan Master Chef Indonesia season 10 ini duduk di kelas bisnis, ia ditawari makanan oleh pramugari, seperti penumpang kelas bisnis lainnya.

King Abdi meminta menu makanan yang tadi ditawari oleh pramugari dan sembari menunggu, ia mencicipi snack yang disajikan.

Baca Juga: Mayat Remaja Perempuan di Pejaten, Dugaan Eksploitasi Anak hingga Pemeriksaan Pihak Spa

Akan tetapi, makanan yang ditawarkan tersebut tak kunjung datang, padahal penumpang lain sudah beres menyantap makanannya.

Ia tak memanggil pramugari yang sedari tadi mondar-mandir di lorong dan melihat meja lipat di kursi King Abdi masih kosong oleh makanan.

Sampai akhirnya ia turun dari pesawat, makanan yang dipesan tersebut tak pernah sampai ke tangannya.

Baca Juga: Kementan Dorong Penyuluh Pertanian Dukung Sekolah Lapang Iklim BMKG

"Ini bukan soal makanan, soal gimana sih melayani," tulis King Abdi di akun media sosial pribadinya.

Peristiwa King Abdi merupakan contoh kecil dari banyak kasus-kasus lainnya yang pernah dialami penumpang Batik Air.

Maskapai Lion Group ini seperti tak pandang bulu dalam membuat masalah, King Abdi yang bertampang sangar dan bertatto pun ditaklukkan dengan cara pelayanan buruk.

Baca Juga: Wujud Komitmen Bersama Membangun Generasi Emas Indonesia

Bahkan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pernah dibuat menunggu selama lebih dari satu jam oleh maskapai ini.

Selain itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang saat itu masih jadi anggota DPR, juga diminta bersabar untuk menunggu selama lebih dari 2 jam.

Maskapai ini seolah tak kapok viral, sejumlah artis juga pernah mengalami nasib apes saat harus terbang dengan Batik Air.

Baca Juga: Mengapa Indonesia Butuh Sekolah Unggul? Begini Arah dan Tujuan Sekolah Garuda, Mimpi Besar Prabowo untuk Cetak Siswa

Misalnya yang dialami oleh Yura Yunita dan Ari Lasso, keduanya mengeluhkan jam penerbangan yang sering diubah-ubah, tanpa adanya pemberitahuan pasti.

Informasi tak pasti itu membuat Yura Yunita nyaris gagal manggung dan Ari Lasso harus kembali menginap di Singapura.

Sepertinya sudah tak terhitung lagi, masalah yang dilakukan maskapai ini, terutama perihal delay dan informasi tak pasti.

Baca Juga: Tiga Model Sekolah di Indonesia, Apa Bedanya Konsep Sekolah Rakyat, Sekolah Unggulan Garuda, dan Sekolah Biasa

Masalah delay, barang yang rusak, informasi tak pasti, dan pelayanan, mungkin masih bisa dihadapi dengan kepala dingin, karena bukan hal baru bagi maskapai ini.

Akan tetapi, jika berurusan dengan keselamatan penumpang, hal tersebut seharusnya tak bisa lagi ditoleransi.

Pada bulan Januari 2024, ada sebuah kasus yang menggemparkan dunia penerbangan di negeri ini akibat human error.

Baca Juga: Sekolah Garuda, Wadah Talenta Muda Menuju Generasi Indonesia Berkelas Dunia, Bappenas Tegaskan Tanpa Batasan Ekonomi

Saat itu, maskapai Batik Air terbang dari Kendari ke Jakarta, tapi hampir 30 menit di udara, pesawat itu berada di luar kendali pilot dan kopilot.

Keduanya tertidur dalam kokpit, sehingga pesawat sudah keluar dari jalur penerbangan.

Sampai akhirnya pilot terbangun dan berhasil mendaratkan pesawat dan penumpang dengan selamat.

Kementerian Perhubungan dan KNKT menyebut bahwa pilot dan kopilot mengalami kelelahan akibat kesalahan manajemen istirahat.***